Pemda Kabgor Lakukan Razia HP Guna Sosialisasi Perbu 56 - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Pemda Kabgor Lakukan Razia HP Guna Sosialisasi Perbu 56

Republikpos, Limboto – Guna mensosialisasikan peraturan bupati nomor 56 Tahun 2018 tentang Penggunaan alat Komunikasi di sekolah Dinas komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo lakukan razia HP bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Diskominfo dibantu tim gabungan yang terdiri dari satuan polisi pamongpraja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Gorontalo, menyisir beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Gorontalo sejak Kamis (14/2) lalu.

Hal ini mendapat berbagai reaksi baik dari Siswa maupun dari Guru sendiri. Siswa yang semula dikumpulkan dalam satu tempat, berusaha untuk keluar dan menyembunyikan HP mereka, bahkan ketika Satpol PP meminta untuk meletakan HP dihadapan masing-masing mereka diam dan pasrah.

Sementara itu reaksi berbeda yang dilontarkan para guru, yang berdalih berusaha membela para siswanya bahwa saat itu adalah jadwal siswa membawa HP untuk pembelajaran bahkan para guru mengaku bahwa pengawasan HP memang sudah diterapkan di sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. Azis Nurhamidin, menjelaskan bahwa dalam peraturan bupati tersebut tidak melarang Siswa untuk menggunakan HP tetapi penggunaannya dilingkungan sekolah diatur sehingga tidak mengganggu proses belajar dan mengajar.

“Dalam perbup itu dikatakan bahwa Siswa jika membawa HP disekolah wajib dimatikan dan dititipkan kepada petugas loker yang ditunjunjuk oleh kepala sekolah dan dikembalikan setelah jam sekolah selesai,” tandasnya.

“HP bisa digunakan dalam sekolah atas perintah dari guru guna keperluan media pembelajaran, dengan aturan itu pula mewajibkan sekolah untuk menyediakan call center atau nomor HP yang dapat dihubungi orang tua jika sewaktu dibutuhkan,” jelas Azis.

Ia juga menegaskan Razia dan Sosialisasi perbup ini direncanakan akan rutin dilakukan dengan melibatkan tim yang telah dibentuk mengingat penggunaan HP dikalangan siswa cukup tinggi dan sudah merambah hingga anak-anak Sekoalah Dasar (SD).

“Ini membutuhkan komintmen bersama untuk melindungi generasi bangsa dengan cara mengarahkan mereka dalam pemanfaatan teknologi,” tutur Azis

Dilain sisi, Asisten III setda Hen Restu yang memimpin Tim 2 dari tiga tim yang diturunkan membenarkan, sesuai hasil temuan dilapangan bahwa pengawasan HP siswa memang sudah diterapkan namun sanksinya saja yang berbeda-beda.

“Dalam perbup 56 ini sanksi diserahkan kepada pihak sekolah, sehingganya sekolah diberikan kewenangan untuk menentukan sanksinya, di Telaga cs ada yang memberikan sanksi hafal ayat quran, di madrasah ada yang sama sekali tidak bisa bawa HP di sekolah, kena razia Hpnya di ditahan selama semester dan nanti dijemput orang tua. Jika demikian Kami berharap kiranya aturan sekolah itu dibuat semacam Peraturan sekolah untuk menjabarkan sanksi yang dimaksud dalam perbup,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top