Sidak Lapangan Desa Posso, Wabup Gorut: Kualitas Lapangan Memprihatinkan – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Sidak Lapangan Desa Posso, Wabup Gorut: Kualitas Lapangan Memprihatinkan

Wakil bupati gorontalo utara,Thariq Modanggu Saat melakukan sidak ke desa posso,Senin (11/02/2019).

Republikpos, Gorut – Sebagai lapangan yang mempunyai sejarah penting dalam dunia persepakbolaan di Gorontalo Utara, lapangan Taruna Remaja Desa Posso merupakan salah satu lapangan yang menjadi saksi bisu dalam menciptakan bibit-bibit pesepak bola handal di daerah ini.

Guna memaksimalkan pengawalan penggunaan anggaran dana desa, Senin (11/02/2019) Wakil Bupati (wabup) Gorontalo Utara (Gorut) melakukan sidak di lokasi lapangan Desa Posso, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorut.

“Hari ini, sengaja saya melakukan sidak ke lapangan Desa Posso, memang beberapa hari terakhir,permasalahan lapangan Desa Posso ini sudah banyak diadukan kepada pemerintah daerah dan santer banyak diperbicangkan di media sosial, dan hari ini saya langsung melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna melihat secara langsung aduan dari warga,” ungkap Thariq.

Pada kegiatan sidak kali ini, Wabup Thariq menilai kualitas pekerjaan lapangan Desa Posso dinilai sangat buruk dan tidak sesuai dengan anggaran yang ada, untuk kwalitas tanah dan rumput yang digunakan sangat jauh dari harapan warga masyarakat.

” Saya pribadi, merasa kasihan melihat kondisi lapangan desa posso, kwalitas tanah dan rumput yang dipakai tidak layak digunakan,kalau ini tidak diselesaikan dengan segera ,kasihan lapangan desa posso yang notabenenya merupakan icon penting dalam sejarah memajukan persepakbolaan di gorut ,saat ini tidak bisa digunakan dikarenakan kondisinya yang tidak layak untuk digunakan dan untuk proses selanjutnya saya akan meminta kepada pihak pemerintah desa untuk dengan segera menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas ” terang wabup.

Ditempat terpisah ,rahmat adam selaku warga masyarakat desa posso mengatakan, proses pekerjaan lapangan desa posso,dari awal proses pekerjaannya memang sudah tidak beres, dimulai dari proses perencanaan hingga pekerjaan. Terdapat banyak hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan aturan.

“Dari kwalitas tanah saja, pihak pelaksana menggunakan tanah lumpur, kwalitas rumput juga sangat tidak layak untuk digunakan, dan yang paling disesalkan oleh warga, dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang merupakan dokumen publik tidak dipublikasikan kepada warga masyarakat,” pungkasnya.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top