Pemda Gorut Bakal Kembalikan Kejayaan Gula Aren – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Pemda Gorut Bakal Kembalikan Kejayaan Gula Aren

Republikpos, Gorut – Dalam Rangka mendukung Program pemerintah Nasional melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM tentang produk yang memiliki potensi Indikasi Geografis (IG) di Wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Pemerintah daerah Gorut melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Ridwan Yasin,SH,MH terus berkomitmen kuat untuk meraih penghargaan disertai sertifikat perlindungan indikasi geografis tentang pengembangan gula aren Gorut.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kunjungan dan silaturahmi jajaran pimpinan divisi pelayanan hukum dan HAM kantor wilayah Kemenkumham Gorontalo yang dipimpin Kepala Divisi DR. Syarifuddin ST, MH dengan Sekda Gorut Ridwan Yasin, Rabu (16/1) kemarin bertempat di ruang kerja Sekda.

Pertemuan tersebut khusus membahas tentang tindaklanjut pemerintah daerah Gorut tentang Hak Paten IG dari Produksi Gula Aren yang ada di Gorut tepatnya di Kecamatan Atinggola.

Sekda Ridwan Yasin saat ditemui awak media menyampaikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya apa yang menjadi harapan dari pihak Kemenkumham Gorontalo dalam hal Penetapan IG yang ada di Gorut.

“Tentu selaku pemerintah daerah sangat menyambut baik apa yang menjadi tujuan dan harapan pihak Kemenkumham perihal potensi indikasi geografis yang ada di Gorut khususnya Gula Aren yang dinilai memiliki ciri khas yang berbeda dari daerah lainnya yang ada di seluruh pelosok Indonesia ini. Sehingganya, kami (Pemda) akan segera melakukan langkah kongkrit untuk mengupayakan agar hak paten dari gula Aren ini masuk dalam daftar indeks IG yang disertifikatkan kemenkumham pusat,” ungkap Sekda.

Selain itu, Pihak Kemenkumham Gorontalo pun menilai potensi IG lainnya yang ada di Gorut selain gula aren yakni beras Ponelo. Meski demikian, dari hasil penelusuran pihak Kemenkumham Gorontalo di kecamatan Ponelo kepulauan, belum terlalu spesifik untuk ditetapkan sebagai IG disebabkan adanya faktor lain seperti varietas bibit pertanian yang diklaim sebagai penyebab beras Ponelo yang berbeda dengan daerah lainnya.

“Memang ada satu lagi varietas yang disampaikan kepada kami, akan tetapi belum sepenuhnya ditetapkan sebagai potensi IG karena dari hasil penelusuran pihak Kemenkumham Gorontalo masih sebatas varietas pertanian. Sehingganya perlu ada penelitian lebih khusus untuk mencari identiknya atau ciri khas yang berbeda dari beras Ponelo ini,” jelas Sekda.

Sehingganya, Sekda berharap jajaran OPD terkait dengan IG ini seperti Dinas Perindagkop Gorut dapat menangkap peluang tersebut untuk dijadikan nilai tambah dalam meningkatkan produksi usaha mikro masyarakat kecil yang nantinya dapat berdampak pada peningkatan penghasilan daerah juga kesejahteraan masyarakat Gorut.

Pewarta: Matris Salim

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top