Ketua PPP Gorut Diduga Lakukan Money Politik - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Ketua PPP Gorut Diduga Lakukan Money Politik

alterntif text

Republikpos, Gorut – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Salim Angio, Kamis (10/1) dipanggil Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorut untuk dimintai klarifikasi terkait temuan dugaan money politik.

Ketua Bawaslu Gorut Lius Ahmad kepada Kronologi menjelaskan, kasus dugaan money politik dengan terduga Ketua DPC PPP Gorut Salim Angio bermulai dari agenda yang dilakukannya 21 Desember 2018 lalu di Desa Popalo Anggrek. Pengawas lapangan yang ada di desa mencium ada aroma money politik, kemudian diteruskan ke Panwaslu Kecamatan.

“Karena ini berkaitan dengan pidana Pemilu maka Bawaslu ambil alih. Kita tetapkan jadi temuan Bawaslu pada Januari,” terang Lius, di ruang kerjanya.

Selanjutnya kata Lius, pihaknya langsung melakukan investigasi terkait hal itu di lapangan. Bawaslu juga telah memanggil 12 orang saksi, 10 orang dari masyarakat yang ikut dalam agenda Salim Angio, Sekwan DPRD Gorut Suleman Lakoro dan terakhir Salim Angio.

“Diduga dalam agenda itu terduga membagikan uang dan memberikan 1 unit mesin pompa air kepada warga setempat. Kami selanjutnya masih akan memintai penjelasan saksi ahli soal kasus ini secara spesifik mengenai unsur pasal,” tambah Lius.

Secara terpisah, Ketua DPC PPP Gorut Salim Angio ketika dikonfirmasi melalui via selular mengatakan, dirinya menghargai proses yang tengah dijalankan Bawaslu Gorut. Menurutnya, apa yang dilakukan itu tidak bertentangan dengan ketentuan.

“Karena kita lakukan reses, kita berikan penghargaan kepada warga yang telah menghadiri agenda itu dengan meninggalkan amplop untuk mereka. Saya hargai proses yang dilakukan Bawaslu,” kata Aleg DPRD Gorur dari dapil Anggrek ini.

Terkait mesin pompa air yang diberikan kepada warga kata Salim, warga tersebut merupakan teman lama yang memang membutuhkan mesin tersebut.

“Reses ini memang dilakukan 21 Desember 2018, waktunya sudah lewat itu karena memang biasanya molor. Sekali lagi saya hargai proses yang dilakukan Bawaslu,” tandasnya.

Sementara itu sekwan Dprd gorut suleman lakoro saat di konfirmasi via telefon seluler mengatakan , Agenda reses yang dilakukan oleh aleg PPP tersebut diluar masa reses dan diluar tanggung jawab dari pihak sekertariat Dprd.

“Sesuai dengan hasil rapat paripurna,masa reses sudah dijadwalkan dan diumumkan pada saat paripurna , agendanya dimulai dari tanggal 1 sampai tanggal 6 desember” pungkasnya.

Pewarta: Matris Salim

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top