Refleksi Akhir Tahun: Program Ekonomi Kerakyatan Mulai Berdampak - REPUBLIKPOS.COM
Uncategorized

Refleksi Akhir Tahun: Program Ekonomi Kerakyatan Mulai Berdampak

alterntif text

Oleh: Irfan Saleh, SPt,Msi.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengambangan Kabupaten Pohuwato

 

RABU sore 26 Desember 2018, ketika saya hendak keluar kantor, berpapasan dengan teman jurnalis dan langung menegur berkata: Pak Kaban, tidak ada tulisan refleksi akhir tahun? Saya spontan menjawab, ya, saya akan menulis, sambil saya berlari menuju mobil karena harus menghadiri acara yang cukup penting yang harus saya boboti yakni terkait lingkungan yang dilaksanakan oleh BPDAS Provinsi Gorontalo.

Sebelumnya, dari jam 13.30 hingga 15.00 di ruang kerja Baperlitbang, saya baru melaksanakan Rapat Teknis terkait kemiskinan dengan Kepala Dinas Sosial bersama stafnya menyangkut pemantapan konsep implemetasi pengumpulan dan penyaluran donatur yang secara ihklas membantu memberikan asupan makanan berkalori tinggi bagi warga miskin dengan tujuan agar mereka bisa terpenuhi kebutuhan dasarnya secara berkualitas.

Memang sejak saya dipercayakan bupati memimpin Bappeda (Baperlitbang saat ini) pada awal januari Tahun 2017, dari pengalaman saya mendampingi beliau sejak tahun 2010 – 2015 periode pertama beliau menjadi bupati kemudian tahun 2016 – 2021 periode kedua beliau bersama bapak Drs. Amin haras sebagai wakil bupati, total waktu saya dengan beliau sudah 7 tahun. Dari interaksi sehari-hari dengan beliau, kemudian membaca, mengamati, menelaah berbagai arahan beliau yang dalam dan kritis pada aspek komitmen untuk mensejahterakan rakyat, maka sebagai pendatang baru dalam kabinet eselon dua beliau saat itu, bersama tim kerja saya (teman-teman staf Bappeda) meramu berbagai informasi dan fakta-fakta yang disampaikan, kemudian agar kinerja kami fokus, maka kami menetapkan memprioritaskan pada penyelesaian dua hal yakni kemiskinan dan lingkungan.

Sejak star dari tahun pelantikan tersebut, manajemen kerja kantor terus saya pacu dengan cara terus meningkatkan kapasitas teman-teman agar speednya bisa sama dengan saya dan speed saya bisa mengimbangi speed Bapak bupati dan wakil bupati. Dari hari ke hari kesibukan teman-teman sudah mulai nampak, yang namanya Rapat Koordinasi terus saya lakukan dengan berbagai OPD terkait sesuai tema yang dibahas. Rata-rata Rakor yang saya buat dengan OPD tersebut sudah minimal 4 kali dalam sebulan, bahkan pernah dalam seminggu full dengan rakor.

Bagi saya ini penting karena tidak mungkin ada keterpaduan dan harmonisasi program kegiatan kalau tidak ada koordinasi, karena dalam koordinasi tersebut terbangun komunikasi yang berkualitas didasari data dan fakta lapangan. Dengan koordinasi ini maka kolaborasi lintas opd mudah terbangun dan bisa saya fokuskan kepada apa menjadi arahan atau harapan bapak bupati dan wakil bupati.

Terkait Kemiskinan, Dalam satu rapat terbatas dengan pimpinan OPD tentang Rakorev Triwulan 3 Bulan September 2018, bertempat diruang Pola Kantor Bupati, Beliau Bapak Bupati memberikan arahan kepada kami sebagai peserta rapat waktu itu bahwa syukur alhamdulillah kita telah cukup banyak menerima prestasi, ataranya berupa WTP sudah lima kali berturut-turut, LPPD Masuk rengking 12 besar Nasional, Penghargaan Nasional Kabupaten Sehat, Penghargaan Nasional dibidang Keluarga Berencana. Saya Bangga dengan itu, saya senang dengan itu, namun kebanggan ini belum sempurnah rasanya ketika kemiskinan belum bisa kita turunkan.

Dari arahan tersebut sangat nampak kerisauan atau suatu beban berat dalam benak beliau sehingga kami pun harus terus bekerja keras menutupi berbagai kelemahan program ekonomi kerakyatan yang menjadi ujung tombak dalam penanggulangan kemiskinan. Berbagai langkah kami tempuh termasuk berkoordinasi langsung dengan BPS, menelaah kajian-kajian mereka kemudian dari hal-hal tersebut kami menyempurnakan program.

Sebagaimana dalam visi dan misi beliau, Program ekonomi kerakyatan merupakan program unggulan yang pertama dalam RPJMD, dimana didalamnya terdapat beberapa kegiatan yang sangat pro terhadap kemiskinan (pro poor). Antaranya PBB Gratis bagia warga miskin, Bantuan Token Listrik Bagi warga miskin, Bantuan biaya rekening air bagi warga miskin, pembangunan Rumah Sehat Komunal, Sambungan rumah untuk air bersih gratis,bantuan ternak sapi, bantuan perahu fiber, bantuan pemodalan, asuransi ternak, asuransi padi sawah, bantuan beasiswa, pendidikan gratis, pendidikan gratis, bantuan sembako, dsb.

Kemudian tahun 2017 dan 2018 beliau tambahkan satu kegiatan yakni Asuransi dan biaya hidup bagi para pemanjat kelapa dan penyelenggara jenazah. Selanjutnya akhir tahun 2018 beliau mengeluarkan satu kebijakan lagi untuk memberikan asupan makanan dua kali sehari kepada warga miskin kategori lansia terlantar, balita terlantar dan tunasusila lainnya.

Dari berbagai program kegiatan ekonomi kerakyatan tersebut, nampaknya telah MULAI BERDAMPAK dimana pada tanggal 12 Desember 2018 BPS Pohuwato merilis data kemiskinan terbaru dimana dalam data tersebut disampaikan terjadi penurunan yang signifikan atas kemiskinan pohuwato. Pada Tahun 2017 angka kemiskinan 21,27 persen, tahun 2018 turun menjadi 19,40 persen atau turun sebesar 1,87 persen. Penurunan ini oleh BPS dinyatakan sebagai penurun tertinggi dibanding kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

Ketika kami menyampaikan berita ini via telpon kepada beliau, tepatnya malam kamis jam 22.30, maka mendengar berita bahagia ini beliau sangat terharu dan penuh syukur, dan menyampaikan alhamdulillah kerja kerja kita sudah mulai nampak hasilnya. Kamipun bersepakat malam itu agar berita bahagia ini beliau umumkan pada saat apel GEMA PANUA di Kecamatan Randangan pada tanggal 13 desember 2018. Pada apel pelayanan gerakan bersama Pelayanan Untuk semua (GEMA PANUA), beliau menyampaikan berita bahagia tersebut kepada seluruh OPD dan staf, pemerintah desa, para guru2 yang sempat hadir, pemerintah kecamatan, disertai apresiasi atas kebersamaan selama ini serta ucapan penghargaan dan rasa terima kasih yang tulus atas komitmen kita semua untuk bersama memerangi kemiskinan dan kelaparan.

Poin penting dalam arahan bupati tersebut adalah kita bersyukur jalan kita sudah pada jalur yang tepat, tapi jangan terlena, perjuangan masih panjang untuk memberikan pengabdian terbaik bagi bumi panua tercinta ini. Kita masih harus terus tekan angka kemiskinan ini hingga dibawah 15 persen. Atas semangat tersebut, kembali beliau mengeluarkan gagasan cerdasnya berupa inovasi yang bisa kami namakan BERSAMA, BERBAGI UNTUK WARGA MISKIN. Inovasi ini akan dicanangkan pada tahun depan dimana pemerintah memberikan ruang bagi siapa saja untuk berkontribusi dalam kegiatan asupan makanan untuk kaum dhuafa. Untuk hal ini akan dimulai dari ASN dimana setiap eselonisasi dan staf akan berkontribusi terhadap pembiayaan asupan makanan tersebut sesuai keikhlasan kemampuannya.

SELAMAT BERAKHIR TAHUN, JANGAN LUPA BAHAGIA DAN KEBAHAGIAAN HAKIKI DIRASAKAN KETIKA ANDA BERBAGI KEPADA YANG MEMBUTUHKAN.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top