Pemda Gorut Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik Untuk Masyarakat – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Pemda Gorut Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik Untuk Masyarakat

alterntif text

Republikpos, Gorut – Untuk mewujudkan politik dan demokrasi yang sehat guna menyongsong pemilu yang bersih dan terintegritas, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Badan Kesbangpol setempat melaksanakan sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat yang berlangsung di lantai tiga swalayan Dhidi Mart Desa Titidu, Kwandang, Selasa (04/12).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh PLh Asisten Pemerintahan dan Kesra Gorut, Abdul Wahab Paudi yang sekaligus Kepala Badan Kesbangpol Gorut ini dihadiri oleh unsur instansi terkait, perwakilan kementrian dalam negri bapak Drs. H. Andi Muh. Yusuf, M.Si, Wabup Gorut Terpilih Thariq Modanggu, S.Ag, M.Pdi, unsur Kepolisian dan TNI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perwakilan Parpol, Kepala Desa se-Gorontalo Utara, serta masyarakat Gorontalo Utara.

Dalam sambutannya, Abdul Wahab Paudi menjelaskan pemilu sebenarnya adalah sebuah pesta demokrasi yang sangat besar sangat luar biasa serta menguras tenaga dan pikiran bagi semua unsur terutama bagi pesertanya sendiri. Di Gorontalo Utara sendiri, sebelum menyongsong pemilu di tahun depan, Gorut dihadapkan terlebih dahulu dengan pilkades serentak yang di ikuti 90 desa, sehingga ini harus sangat dicermati bersama.

“Pemilu ini sebenarnya merupakan sebuah pesta yang besar dan luar biasa, jadi sangat menguras tenaga dan pikiran serta saku, terutama bagi pesertanya, disisi lain, kita Gorontalo Utara, sebelum memasuki pemilu nasional, kita akan menghadapi pilkades yang sekitar 90 desa se Gorontalo Utara, makanya ini harus kita cermati bersama,” ungkap Paudi.

Ia mengemukakan bahwa pemilu sendiri bukan soal banyaknya orang yang hadir memberikan suaranya, tapi pemilu juga memiliki arti penting bagi perkembangan dan pembangunan bangsa Indonesia. Sebab pada pemilu nanti masyarakat akan memilih pemimpin serta wakil rakyat yang dapat menjamin pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan akan berjalan dengan baik sebagai mana harapan rakyat.

Maka dari itu menurut Paudi, masyarakat harus jeli dan cermat dalam memberikan suaranya pada pemilu nanti, jika tidak, maka akan lahir pemimpin-pemimpin atau wakil rakyat yang tidak mampu membawa perubahan, perbaikan bagi bangsa, dan pemilu itu dianggap gagal.

“Kalo pada pemilu ini, saudara-saudara yang akan memberikan suaranya pada calon yang tidak mampum membawa kesinambungan pembangunan, maka berarti pemilu ini dianggap gagal, sebab tidak mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang membawa perubahan,” imbuhnya.

Selain itu PLH Asisten Pemerintahan dan Kesra Gorut ini juga menambahkan, pemilu ini adalah kontrol masyarakat terhadap pemerintah, karena ini sama saja, masyarakat memberikan kepercayaan dan kewenangan pada figur-figur untuk memajukan negeri ini.

“Nah ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengontrol pemerintah, kita bisa bayangkan kalo negeri ini tidak dikontrol, sejarah yang kelam akan terulang,” jelasnya.

Sementara itu, Drs. Andi Muh Yusuf, M.Si selaku perwakilan dari Kementrian Dalam Negeri, menyampaikan pemilu kali ini sudah mempunyai regulasi atau undang-undang yang sangat luar biasa, yaitu UU No 7 Tahun 2017.

Menurutnya, UU ini merupakan penggabungan dari tiga undang-undang, yaitu UU Pilpres, Legislatif, serta penyelenggaran Pemilu.

“Kita bisa bayangkan, bahwa undang-undang pemilu kali ini, sangat luar biasa. Karena di undang-undang baru ini, telah digabung dari UU Pilpres, UU Legislatif, serta UU penyelenggaraan pemilu. Tapi ini membutuhkan juga kerjasama dari semua unsur masyarakat serta pemerintah, sehingga pemilu yang baik, yang sehat, serta terintegritas dapat terwujud,” tutup andi. (YK)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top