TKI Asal Gorontalo Mengaku Alami Tindak Kekerasan di Korea Selatan – REPUBLIKPOS.COM
Nasional

TKI Asal Gorontalo Mengaku Alami Tindak Kekerasan di Korea Selatan

TKI asal Gorontalo yang mengaku mengalami tindak kekerasan di kapal milik perusahaan dari Korea Selatan

REPUBLIKPOS (JAKARTA) – Tindak kekerasan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali terjadi. Kali ini menimpa warga Gorontalo yang bekerja di Korea Selatan.

Korban yang berjumlah 14 orang merupakan Alumni SMKN 1 Popayato, Gorontalo direkrut PT. Jeafa Maritim International melalui sosialisasi perekrutan yang diadakan resmi oleh sekolah untuk bekerja di kapal milik perusahaan Korsel, Lian Pin.

Namun nasib berkata lain, tidak sesuai harapan, selama bekerja dua bulan para korban mengaku mengalami tindak kekerasan oleh staff kapal, tidak diberi makan dan minum, dipukuli hingga patah tulang, bahkan tidak digaji.

Menurut pengakuan korban, ketika pada hari keberangkatan pada 21 Agustus 2018, korban disuruh menandatangani kontrak oleh E selaku direktur PT. Jeafa Maritim International tanpa diperbolehkan membaca isinya dengan alasan pesawat yang akan take off.

Setelah mulai bekerja pada 26 Agustus 2018 para korban mulai diperlakukan tidak manusiawi oleh staff kapal lainnya. Mereka mengaku kerap diancam dengan senjata tajam. Bahkan saat para korban mencoba melarikan diri mereka dicegat oleh security.

Kemudian para korban melayangkan protes pada E atas perlakuan yang didapat, barulah diketahui bahwa gaji yang seharusnya diterima diberikan melalui PT. Jeafa Maritim International berdasarkan kontrak.

Setelah melapor kepada perusahaan Korsel, mereka berjanji untuk memperlakukan para korban dengan pantas dan memulangkan para korban.

Namun, karena kesalahan informasi dan keterbatasan bahasa, 8 korban hingga kini masih tertahan di Hong Kong dan akan dipulangkan oleh KBRI Hong Kong. Sedangkan, 6 orang telah berhasil pulang ke Indonesia dan karena tidak adanya biaya, mereka saat ini ditampung di Asrama Mahasiswa Gorontalo di Salemba Tengah, Jakarta Pusat.

Sementara itu, saat dihubungi Republikpos.com, praktisi hukum yang juga Wakil Ketua ACTA, Dahlan Pido mengatakan akan segera melakukan pendampingan hukum terhadap para korban, “Tentu kami akan melakukan advokasi terhadap mereka. Jika benar tindak kekerasan mereka alami, jalur hukum harus ditempuh,” ujar Dahlan Pido.

Hingga berita ini ditayangkan, Repubikpos.com masih berusaha menghubungi pihak PT. Jeafa Maritim International untuk dimintai konfirmasi terkait masalah ini.

Penulis: Laras

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top