210 Hektar Sawah di Leboto Nganggur - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
alterntif text
Daerah

210 Hektar Sawah di Leboto Nganggur

GORUT (REPUBLIKPOS) – Kurang lebih 200 petani dan 8 kelompok tani yang menggarap 210 lahan persawahan yang berada di Desa Leboto dan Desa Mootinelo Kecamata Kwandang harus beralih profesi. Pasalnya sejak pertengahan 2017 hingga saat ini lahan persawahan mereka tidak lagi teraliri air dikarenakan irigasi yang berada di dusun Durian Desa Leboto telah rusak parah dan tidak dapat menyuplai kebutuhan air untuk areal persawahan tersebut.

Salah satu petani yang juga pemerhati pertanian di Desa Leboto, Alpian M. Ali menegaskan bahwa sudah tiga kali musim tanam, mereka tidak lagi dapat bercocok tanam. “Sekitar pertengahan 2017 kemarin hingga saat ini, kami tidak lagi dapat menanam padi di sawah kami. Irigasi yang selama ini menopang penyediaan air telah rusak parah sejak awal tahun 2017” ungkapnya.

Awal tahun 2017 hingga pertengahan tahun memang sawah tersebut masih dapat berproduksi kata Alpian. Namun mulai pertengahan tahun 2017 sawah tersebut tidak lagi dapat ditanami. “Persoalan ini telah beberapa kali disampaikan, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah” kata Alpian.

Tidak hanya itu saja, pihak pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait juga telah beberapa kali turun lapangan guna meninjau langsung kondisi irigasi yang rusak tersebut, bahkan ada juga dari pemerintah pusat bahkan dari penyuluh nasional yang juga turut meninjau langsung. “Namun pada kenyataannya para petani juga tidak mendapatkan jawaban melalui tindakan yang nyata dari pemerintah daerah” ujarnya.

Dengan melihat kondisi yang terjadi dan sikap pemerintah hingga saat ini, Alpian seakan sanksi jika pemerintah daerah memiliki perhatian yang serius kepada para petani.

“Jika memang pemerintah daerah tidak mampu, maka janganlah malu untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun instansi teknis vertikal yang mungkin memiliki anggaran yang memadai untuk dapat membangun kembali irigasi tersebut” tegasnya.

Kepada para wakil rakyat, Alpian berharap agar persoalan ini mendapatkan perhatian untuk dapat diperjuangkan pada tahun anggaran kedepan agar masyarakat petani yang menggantungkan hidup dari lahan persawahan tersebut dapat produktif kembali. “Dari 200 petani yang menggantungkan hidup di sawah tersebut 80 persen diantaranya merupakan penggarap dan tentunya mereka ini harus mendapatkan perhatian yang serius” tandasnya.

MATRIS SALIM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top