Polemik Lahan PT. PG Tolangohula Jadi Perhatian Pusat – REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Polemik Lahan PT. PG Tolangohula Jadi Perhatian Pusat

JAKARTA (REPUBLIKPOS) – Polemik sengketa lahan antara PT PG Tolangohula Gorontalo dengan masyarakat Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo terus berlanjut. Masalah lahan yang berlarut-larut ini kini telah menjadi perhatian pemerintah pusat.

Hal ini yang menjadikan Kamis (13/9) bertempat di gedung DPD RI dilaksanakannya rapat koordinasi antara Pemda Gorontalo, Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI beserta perwakilan masyarakat Gorontalo guna membahas status tanah yang masih bermasalah.

Perwakilan dari masyarakat Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo mengklaim bahwa tanah yang saat ini dijadikan lahan pertanian tebu merupakan tanah milik warga yang mereka warisi secara turun menurun milik, namun karena belum adanya sertifikasi tanah dan juga belum diakuinya hukum tanah adat Gorontalo oleh perundang-undangan, masalah ini sulit menemui jalan tengah.

Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam usaha menyelesaikan sengketa ini telah membentuk tim terpadu baik di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Anis Naki yang menjadi perwakilan pemerintah provinsi menjelaskan bahwa pemda memiliki niat baik untuk menyelesaikan masalah sengketa yang sejak awal pendirian sudah mememiliki masalah lahan, namun dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah setempat, aparat polisi baik juga warga.

“Pemda sudah berusaha sebaik-baiknya dengan membentuk tim, tapi karena masyarakat di Kabupaten Gorontalo waktu pertemuan April kemarin tidak hadir makanya hari ini ada demo besar-besaran di sana. Kami juga butuh dukungan dari semua pihak agar masalah ini cepat selesai.” Ujar Sekda Anis Naki.

“Saat ini masih ada HGU yang masih berlaku yang belum diperpanjang dan beberapa diantaranya ada yang masih sengketa” sambungnya.

Perlu diketahui, sengketa lahan ini telah berlangsung sejak awal pembebasan lahan tanah yang akan digunakan PT. PG Tolangohula menjadi lahan pertanian tebu karena masyarakat mengklaim 200 hektar tanah merupakan milik warga dan telah ditanami tebu oleh perusahaan ini.

LARASATI WIDYA

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top