Pemprov Gorontalo Gelar Diskusi Bersama World Bank Bahas Soal Pengentasan Kemiskinan – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Pemprov Gorontalo Gelar Diskusi Bersama World Bank Bahas Soal Pengentasan Kemiskinan

JAKARTA (REPUBLIKPOS) – Kemiskinan hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama setiap daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Gorontalo. Mengingat masalah kemiskinan di Gorontalo dalam 5 tahun ini sering naik turun. Sehingga dengan inisiatif dari Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Gorontalo Jakarta, pada 10 Agustus 2018 diadakan Diskusi Pengentasan Kemiskinan Provinsi Gorontalo untuk mencari solusi mekanisme dan instrumen atas permasalahan ini.

Diskusi ini dihadiri oleh Bapak Budiyanto Sidiki sebagai Kepala BAPPEDA Provinsi Gorontalo, DR Bambang Suharmoko dan ibu Leddy Nasir sebagai Senior Economics Proverty GP World Bank Jakarta, Ahmad Zaki bagian desentralisasi World Bank Jakarta, Bapak Haris Rahim sebagai Praktisi Sumber Daya Manusia, Professor Bakri Arbie sebagai pakar nuklir, Bapak Didi Baga Perwakilan Paguyuban Gorontalo Rantau Jakarta, serta Media Partner seperti RRI Gorontalo, Suara Jakarta, Gorontalo Post, TVRI Stasiun Gorontalo, Radio RH Gorontalo, Republik Pos, Elengge Entertainment, Jendela Sulawesi BKPRS dan instagorontalo (dot) com.

Berdasarkan pemaparan Kepala BAPPEDA Provinsi Gorontalo, secara nasional kemiskinan di Gorontalo merupakan diatas rata-rata nasional. Selain itu, “Ada beberapa penyebab terjadinya Kemiskinan di Gorontalo. Salah satunya adalah program tidak tepat sasaran.” Tegasnya kepada para peserta diskusi. Pada dasarnya, memang seringkali, program-program Pemerintah tidak sesuai dengan target penerima yang seharusnya. Seperti program pemberian sembako atau subsidi lainnya. Banyak kalangan menengah atas yang menerima hal yang sama yang seharusnya hanya diterima oleh masyarakat menengah ke bawah.

“Permasalahan seperti pekerjaan dan pendidikan pun menjadi suatu masalah.” ungkap Leddy Nasir. Banyak masyarakat Gorontalo yang lulusan SD atau SMP hanya dapat berprofesi di sektor agrikultur dan tidak memiliki akses untuk mendapatkan keuntungan lebih dari hasil garapannya. Pihak World Bank Jakarta menambahkan bahwa kurangnya akses terhadap pendidikan menjadikan kemiskinan makin meningkat di daerah Gorontalo. Hal ini menurut Praktisi Sumber Daya Manusia, Gorontalo ataupun setiap masyarakat sangat membutuhkan perpustakaan yang memiliki bahan kajian yang dapat didiskusikan bersama agar tidak tertinggal informasi yang berkembang saat ini.

Untuk mengentas kemiskinan dan ketimpangan terhadap kemiskinan, World Bank menyampaikan bahwa promosi dan perlindungan terhadap masyarakat sangat diperlukan. Promosi yang dimaksud adalah pelayanan yang setara dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif. Sedangkan perlindungan itu sendiri adalah perlindungan sosial serta kesempatan kerja.

“Beberapa prioritas nasional 2019, seperti pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industry dan jasa produktif, pemantapan ketahanan energi, pangan dan sumber daya air, serta stabilitas keamanan nasional dan kesukesan pemilu direncakan akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan” Ujar Budiyanto Sidiki.

PENULIS: Zizah SZN

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top