Pemkab Gorontalo Bredel 2 Tambang Galian C – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Pemkab Gorontalo Bredel 2 Tambang Galian C

LIMBOTO (REPUBLIKPOS) – Keluhan yang dilayangkan oleh masyarakat Desa Momala, Kecamatan Dungalio, Kabupaten Gorontalo terhadap keberadaan tambang galian C di desa mereka, mendapat respon dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo.

Karena dinilai telah merusak lingkungan dan mengakibatkan keresahan ditengah-tengah masyarakat, maka pihak Dinas LH Kabgor mengambil langkah tegas dengan memberhentikan operasi galian C tersebut.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Syaiful Kiraman mengungkapkan bahwa penghentian operasi tambang galian C itu karena dinilai telah menyalahi prosedur dan tidak lagi sesuai dengan perijinan yang diberikan.

“Langkah tersebut terpaksa kami ambil karena usahanya cacat administrasi, maka langsung dihentikan” tegas Saiful Kiraman.

Sebelumnya, masyarakat Desa Momala melaporkan keberadaan tambang galian C yang diduga telah melakukan pelanggaran karena telah memasuki kawasan hutan dan bermasalah dengan izin operasional.

Selain tambang galian C di Desa Momala, Dinas LH Kabgor juga melakukan penutupan tambang galian C liar di Desa Botumoputih, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Satu buah tempat produksi arang di Desa Bulota, Kecamatan Limboto juga turut ditutup oleh Dinas LH, karena asap dari proses pembakaran dari pabrik tersebut telah mencemari udara dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Sementara itu, Kepala Bidang AMDAL Dinas Lingkungan Kabupaten Gorontalo Indrimawaty Molou, keputusan penutupan sejumlah usaha milik warga tersebut dilakukan setelah melewati sejumlah proses, termasuk peninjauan di lapangan.

“Kami menemukan dilapangan, beberapa laporan warga itu memang benar. Keputusan pemberhentian itu sendiri bukan hanya isapan jempol, karena kami telah memperhitungkan semuanya sesuai prosedur,” ujar Indri.

PENULIS: Even Makanoneng

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

alterntif text
To Top