Indra Yasin: "Aktivitas Orang Asing Wajib Diawasi" - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Indra Yasin: “Aktivitas Orang Asing Wajib Diawasi”

alterntif text

GORUT (REPUBLIKPOS) – Bupati Gorontalo Utara, Gorontalo, Indra Yasin, menginstruksikan kepada seluruh camat bersama jajarannya untuk melaporkan aktifitas dan keberadaan orang asing di daerah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indra Yasin kala memimpin rapat Forum Komunikasi Intelejen Daerah (Forkominda) tingkat Kabupaten Gorut, Senin (30/7) kemarin.

Pada rapat yang juga dihadiri Kaban Kesbangpol Gorontalo Utara ini, Bupati Indra mengatakan bahwa pengawasan terhadap aktivitas orang asing di daerah salah satu hal urgen dilakukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang berdampak pada stabilitas dan keamanan daerah.
Keberadaan Pelabuhan Internasional Anggrek (PIA) sebagai pintu masuk perdagangan internasional negara-negara asia, dan pembangunan PLTU di Kecamatan Anggrek dan Kecamatan Tomilito menjadikan daerah sebagai pintu gerbang orang asing yang datang ke wilayah tersebut, melalui akses Visa Tenaga Kerja Asing (TKA).

Menyadari kondisi tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo Utara melakukan langkah aktif pengawasan dan monitor kunjungan orang asing di kabupaten terbungsu di Provinsi Gorontalo.

“Kita koordinasi dengan seluruh pihak terkait, jika kedatangan mereka memiliki izin yang legal atau ilegal. Jika ada dokumen yang tidak sesuai, maka kami selaku pemerintah daerah akan segera menindaklajuti WNA tersebut,” ujarnya saat membuka rapat Forkominda.

alterntif text

Dari pengawasan dan monitoring orang asing di Padang Pariaman, tercatat ada sekitar 75 orang WNA di perusahaan yang masing-masing bekerja di PLTU anggrek sebanyak 45 orang dan pembangunan PLTU Kecamatan Tomilito ada 30 orang.

Namun data tersebut belumlah valid dengan yang diungkapkan dari pihak Imigrasi Gorontalo. Karena data yang masuk hanya WNA yang berstatus pekerja, namun WNA yang pulang belum bisa dipastikan datanya.

“Untuk mengoptimalkan pengawasan orang asing, kita minta agar camat yang ikut tergabung dalam TIM PORA dapat menyampaikan kepada masyarakat untuk melaporkan informasi keberadaan orang asing ditempat tinggal agar dilakukan pengecekan dan pengawasan,” ulasnya.

Keberadaan orang asing di Gorut harus diwaspadai. Kekhawatiran aktivitas orang asing membawa misi khusus yang dapat mengancam stabilitas daerah yang seharusnya diimbangi dengan langkah pengawasan.
Selain itu mereka bisa membawa misi khusus, fenomena serbuan tenaga kerja asing terampil dan upah murah merupakan ancaman serius bagi tenaga kerja lokal. Hal ini harus diantisipasi melalui peningkatan keahlian tenaga kerja lokal dan akomodasi pemerintah agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Saya berharap semua stake holder terkait baik pemerintah daerah, TIMPORA Gorut yang baru dibentuk, serta instansi terkait dapat bersama-sama mengawasi aktivitas para Warga Negara Asing di daerah,” pungkas Bupati Indra Yasin.(*)

alterntif text
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top