HTI Diharuskan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

HTI Diharuskan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Lukum Diko, Anggota dprd gorontalo utara. Foto: Istimewa (FB)
alterntif text

GORUT (REPUBLIKPOS) – Terkait dengan rencana akan segera dibangun pabrik kayu milik dati HTI, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Lukum Diko menegaskan bahwa pihak perusahaan diharapkan untuk dapat lebih memprioritaskan putra daerah dalam melakukan perekrutan tenaga kerja.

Dan terkait dengan kesempatan kerja tersebut, Lukum juga berharap kepada instansi teknis terkait dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gorut dapat membangun komunikasi dengan pihak HTI terkait dengan ketersediaan lapangan kerja tersebut dan kesempatan bagi para putra daerah yang memiliki kualifikasi untuk dapat bersaing.

Sesuai dengan informasi yang diperoleh kata Lukum, ketika pabrik dibangun, maka HTI akan membutuhkan sekitar 2000an karyawan untuk dipekerjakan.

“Ini merupakan kesempatan bagi para tenaga kerja lokal untuk bersaing dan memperoleh pekerjaan,” ungkapnya.

alterntif text

Bagaimana kata Lukum bahwa dinas terkait dapat membangun koordinasi dengan HTI agar putra daerah mendapatkan prioritas kerja di pabrik yang akan dibangun.

“Jika hal ini dapat diwujudkan, maka akan sangat bermanfaat bagi para putra daerah” tegasnya.

Selain itu jika HTI akan memberikan kesempatan tersebut, namun untuk segala persyaratan diserahkan kembali ke pihak perusahaan. “Dalam artian untuk persyaratan dalam masuk kerja tetap sama, tidak ada persyaratan yang dihilangkan” jelasnya.

Tidak saja untuk masyarakat umum, namun juga PTT diharapkan untuk dapat diikutkan dalam seleksi penerimaan karyawan tersebut. “Agar nantinya para PTT dapat memperoleh gaji yang setara dengan UMP. Disisi lain juga agar beban APBD sedikit berkurang” tegasnya.

Untuk itu, instansi teknis terkait diharapkan untuk dapat membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak HTI terkait dengan apa yang disampaikan tersebut.

PENULIS: Matris Salim

alterntif text
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top