Ada Larangan Siswi Bercadar Disalah Satu SMP Di Kabgor? - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Ada Larangan Siswi Bercadar Disalah Satu SMP Di Kabgor?

masker yang digunakan Zubaidah, siswi smp 1 tibawa sempat dikira hanya sekedar pelindung pernafasan saja oleh salah satu oknum staf honorer di sekolahnya. foto: istimewa

LIMBOTO (REPUBLIKPOS) – Baru baru ini media sosial dihebohkan dengan kabar kontroversi terkait larangan penggunaan cadar di sekolah menengah pertama di Kabupaten Gorontalo. Kabar ini langsung menuai respon negatif dari warga.

Dari hasil penelusuran awak Republikpos.com, kejadian tersebut menimpa Zubaidah (14) salah satu siswi di SMP Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (15/07/2018) lalu. Dari informasi sejumlah saksi, Zubaidah mendapat teguran dari Rafli (RL) salah satu staf honorer di sekolah tersebut. Dari keterangan saksi itu pula, staf yang masih berstatus honorer itu juga mengancam ZA jika tidak membuka penutup wajahnya itu. “Kalo kamu tidak buka, maka saya sendiri yang akan membukanya,” ujar saksi yang tidak ingin identitasnya diungkap itu.

Sementara itu, Fatmah ibu korban, mengaku kaget dengan kabar kejadian itu. Kepada Republikpos, Fatmah mengaku bahwa pihaknya tidak langsung tahu mengenai kabar kejadian itu. Pasalnya ketika pulang dari sekolah, Zubaidah langsung menangis dan enggan makan. Zubaidah juga tidak mau menceritakan perihal kejadian itu kepada orang tuanya.

“Saya kaget anak saya pulang menangis dari sekolah. Dia (Zubaidah.red) juga tidak mau cerita ke saya. Tapi karena dia lihat saya juga sudah menangis, jadi dia mau cerita ke saya,” ujar Fatmah.

Fatmah menambahkan, bahwa kejadian yang menimpa anaknya itu sangat berdampak pada kondisi psikologis sang anak. Pasalnya pasca kejadian itu, anaknya sempat berfikir untuk tidak lagi melanjutkan sekolahnya. “Dia sempat meminta untuk pindah ke pesantren. Tapi karena saya tidak ingin jauh dari anak saya, jadi saya menolak,” jelas Fatmah.

Zubaidah, kata Fatmah dengan tegas menyatakan sikapnya untuk tidak mau membuka cadarnya, “Lebih baik berhenti bersekolah daripada harus melepas cadar.” Kata Fatmah menirukan ucapan anaknya Zubaidah.

Kejadian ini juga sudah dalam penanganan Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo juga kata Fatma sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun, disisi lain, Fatmah menyayangkan sikap pihak SMP 1 Tibawa yang hingga saat ini tidak pernah mengunjungi atau setidaknya menghubungi pihak keluarganya.

Pihak SMP 1 Tibawa sendiri menilai kejadian ini hanya kesalahpahaman saja. “Kami sama sekali tidak mengetahui bahwa siswi tersebut sudah menggunakan cadar. Pak Rafli saat itu, hanya menegur karena siswi itu memakai masker di sekolah, karena dia tidak tahu kalau Zubaidah sudah bercadar,” ujar salah satu guru di SMP 1 Tibawa yang tidak ingin identitasnya diungkap itu.

Dirinya menambahkan, bahwa pada Kamis (19/7/2018) kemarin, pihaknya sudah mengundang Zubaidah beserta ibunya untuk mengklarifikasikan hal tersebut.

PENULIS: Even Makanoneng

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top