BPOM Gorontalo Sita 199 Produk Berbahaya Di Pasaran – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

BPOM Gorontalo Sita 199 Produk Berbahaya Di Pasaran

alterntif text

GORONTALO (Republikpos.com) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo kembali melakukan penertiban terhadap peredaran produk kosmetik, obat tradisional, dan suplemen makanan ilegal yang diduga mengandung bahan kimia, obat dan atau bahan berbahaya.

Dari penertiban yang dilakukan sejak tanggal 11 hingga 12 Juli 2018 oleh BPOM RI di Gorontalo bersama Polres Gorontalo Kota, didapati ada sejumlah toko yang menjual produk kosmetik, obat tradisional, maupun suplemen makanan yang disinyalir mengandung zat berbahaya.

Dari total hasil penertiban tersebut, BPOM Gorontalo menyita sedikitnya 199 jenis produk kosmetik, obat, maupun suplemen makanan yang nilai jualnya mencapai 186 juta rupiah.

Produk produk yang diduga berbahaya ini awalnya ditemukan oleh petugas BPOM dari lapak milik sejumlah pedagang di Pasar Rabu Kota Gorontalo. Dari temua tersebut itu dikembangkan, yang kemudian mengarah kepada sejumlah toko yang menjadi distributor dari produk produk yang disita tersebut.

Dari hasil penelitian BPOM ditemukan produk kosmetik yang diperdagangkan itu positif mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, dan pewarna yang dilarang seperti merah K3 dan jingga K1. Dimana kandungan produk tersebut dapat menyebabkan kanker bagi para penggunanya.

“Jenis produk kosmetik rata-rata adalah jenis yang banyak digunakan oleh para wanita , contohnya krim temulawak dan prodak lipstik, yang jika digunakan bisa masuk ke pori-pori, keperedaran darah, mempengaruhi hati dan akhirnya menyebabkan penyakit kanker” ucap Sumiaty, saat menggelar press confrense di Kantor BPOM Gorontalo, Kamis (13/7/2018).

Produk kosmetik, suplemen dan obat tradisional ilegal tersebut kemudian, kata Sumiaty, telah dilakukan pengamanan. Sementara untuk para penjual atau saksi-saksi akan dilakukan pemeriksaan. Dan natinya akan gelar perkara yang memutuskan terkait kelanjutan kasus ini. Apakah akan dilakukan pembinaan atau projustitia, sesuai ketentuan pidana UU no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Kami akan selalu teliti dan akan melakukan investigasi untuk menelusuri prodak tidak berizin dan mengandung bahan berbahaya ini. Saran kami masyarakat sebagai konsumen agar lebih teliti terutama dalam membeli prodak kosmetik” tutup Sumiaty.

PENULIS: Moh. Affandi

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top