10 OPD di Gorut Belum Penuhi Target Realisasi Anggaran Triwulan II - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

10 OPD di Gorut Belum Penuhi Target Realisasi Anggaran Triwulan II

alterntif text

REPUBLIKPOS.COM, Gorut – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gorontalo Utara ternyata belum memenuhi target realisasi anggaran di triwulan II kemarin. Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) triwulan II tingkat Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2018, Selasa (3/7) kemarin.

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin mengaku sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya OPD yang belum memenuhi target realisasi anggaran, tidak serius dalam memanfaatkan anggarannya.

Rakorev ini juga dijadikan sebagai ajang evaluasi terhadap kinerja pimpinan OPD yang selama kurang lebih 4 bulan ini ditinggalkan oleh Indra Yasin semasa cuti Pilkada.

“Rakorev ini sangat penting sebagai bentuk dan wujud nyata atas upaya pemerintah daerah untuk mempercepat gerak laju pembangunan demi mencapai cita-cita pembangunan dan masyarakat yang lebih sejahtera.” tegas Bupati Indra Yasin pada rapat tersebut.

Sesuai hasil laporan kepala bagian Pembangunan Setda Gorut dan Kadis Keuangan Gorut, untuk capaian realisasi anggaran belanja langsung OPD pada triwulan II tahun 2018 terhitung sejak tanggal 30 Juni 2018, berdasarkan data Simda dari target belanja langsung sebesar 37,66 persen, realisasinya baru mencapai 26,39 persen.

alterntif text

“Saya lihat disini (laporan) kurang lebih ada 10 OPD yang masih belum mencapai target realisasi anggarannya. Jadi saya minta keterangannya dari masing-masing OPD terkait belum maksimalnya realisasi anggaran tersebut,” ungkap Bupati Indra Yasin.

Kemudian terkait dengan adanya laporan dari Kepala ULP tentang Pengadaan Barang dan Jasa, dari 86 jumlah paket yang akan dilelang sesuai data sistem Informasi rencana Umum Pengadaan (SIRUP) sampai dengan akhir bulan Juni ini tercatat baru 55 paket yang telah dan sedang berproses di bagian ULP Gorut.

Sehingganya, Bupati Indra Yasin berharap bagi dinas maupun badan yang belum memenuhi target realisasi anggaran, agar dapat melakukan evaluasi intern secara berjenjang. “Saya minta terus lakukan percepatan proses penyerapan fisik maupun keuangan.” tegas Indra Yasin.

Selain itu, Bupati Indra Yasin juga meminta agar paket lelang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ada pada dinas maupun badan agar dapat segera diproses pengadaan paket tersebut. “Tentu kita tidak ingin anggaran DAK itu kembali ke pusat sesuai deadline tertanggal 21 Juli 2018,” tandas Bupati Indra Yasin.(*)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top