Penuhi Panggilan Kejaksaan, Walikota Marten Taha Diperiksa Selama 6 Jam – REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Penuhi Panggilan Kejaksaan, Walikota Marten Taha Diperiksa Selama 6 Jam

Ilustrasi Foto: Istimewa

GORONTALO, Republikpos.com – Walikota Gorontalo Marten Taha, Senin (2/7) memenuhi panggilan dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi proyek pekerjaan 7 (tujuh) ruas jalan di Kota Gorontalo.

Ini adalah kali pertama Walikota Marten Taha diperiksa terkait kasus yang disinyalir merugikan negara milyaran rupiah tersebut.

Marten sediri tiba di Kejaksaan sekitar pukul 09.00 wita, dan langsung masuk ke ruang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan.

Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo ini menjalani pemeriksaan dari tim penyidik Kejaksaan Tinggi Gorontalo selama kurang lebih enam jam lamanya. Namun usai menjalani pemeriksaan, mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini langsung berlalu dan menghindari awak media yang hendak meminta keterangan terkait pemeriksaan dirinya tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Yudha Siahaan saat dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan bahwa Walikota Gorontalo Marten Taha diperiksa sebagai saksi pada kasus dugaan korupsi 7 ruas jalan di Kota Gorontalo.

“Iya benar, Marten Taha diperiksa hari ini terkait kasus korupsi pembangunan tujuh paket jalan yang ada di Kota Gorontalo, dan khusus untuk hari ini dia diperiksa sebagai saksi untuk paket Jalan Beringin 2.”

Yudha juga menjelaskan bahwa, salah satu hal yang ditanyakan oleh penyidik dalam pemeriksaan tersebut adalah tekait sumber dana dan pengadaan dari proyek tersebut.

Pemeriksaan Walikota Marten Taha kali ini, kata Yudha, adalah salah satu bagian dari rangkaian kasus dugaan korupsi 7 ruas jalan di Kota Gorontalo.

Lebih lanjut Yudha menjelaskan, bahwa masih ada pemeriksaan terhadap Walikota Marten Taha terkait kasus dugaan korupsi tersebut . “Masih akan dipanggil lagi, karena inikan ada 7 paket dan baru 1 paket yang diperiksa. Kemungkinan akan dipanggil lagi,” ungkap Yudha.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi Gorontalo sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus tersebut. Namun pihak Kejaksaan Tinggi masih enggan untuk membeberkan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan kasus korupsi itu. “Saya tidak bisa menyebut berapa banyak yang diperiksa, namun yang pasti sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Diantaranya Kontraktor, Pelaksana, dan Pengawas atau PPKnya saya lupa,” tutupnya.

Kasus dugaan korupsi 7 ruas jalan ini ditangani secara terpisah. 4 ruas ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo, sementara 3 ruas lainnya ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo.(*)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top