Gara-gara Pose 2 Jari, Dua Pejabat Kabgor Dipanggil Bawaslu – REPUBLIKPOS.COM
Daerah

Gara-gara Pose 2 Jari, Dua Pejabat Kabgor Dipanggil Bawaslu

GORONTALO, Republikpos.com – Gara-gara foto dengan salah satu kandidat walikota Gorontalo viral, dua aparat sipil negara (ASN) di Pemkab Gorontalo, diperiksa Bawaslu. Dalam foto yang diambil pada (Sabtu,16/6/2018) lalu itu, salah satu ASN yang ternyata adalah pejabat di Pemkab Gorontalo itu bergaya dengan 2 jari. Oleh netizen hal itu dianggap sebagai bentuk dukungan kepada kandidat Walikota Gorontalo Marten Taha yang bernomor urut 2.

Foto tersebut sendiri diambil saat agenda silaturahim Pemerintah Kabupaten Gorotalo di kediaman Walikota Gorontalo Marten Taha, sehari setelah Idul Fitri.

Pada foto momentum silaturahmi itu, beberapa ASN terlihat mengacungkan jempol bersama Bupati Gorontalo. Tetapi berbeda dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Gorontlao yang mengangkat 2 jari sebagai simbol salah satu paslon Walikota Gorontalo.

Kadis PUPR Kabupaten Gorontalo, Doni Lahati mengankat simbol 2 jari saat berfoto dengan Walikota Marten Taha yang saat itu masih berstatus sebagai Calon Walikota. Foto: Istimewa

Ketua Bawaslu Kota Gorontalo Jaharudin Umar saat dikonfirmasi Minggu (1/7) malam tadi mengakui adanya pemeriksaan terhadap pejabat Pemkab Gorontalo. “Saya telah mengundang pejabat di Pemkab Gorontalo untuk memintai klarifikasi tentang foto yang beredar di medsos dengan gaya mengangkat dua jari,” ujar Jaharudin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa berdasarkan UU No 7 tahun 2017 ini, Bawaslu diamanatkan untuk mengawasi segala aktivitas ASN (Aparatur Sipil Negara) berkaitan dengan kampanye. Sehingganya, apa tindakan yang diambil oleh pihaknya ini telah sesuai dengan mekanisme penanganan laporan/temuan dugaan pelanggaran penyelenggaraan pilkada sebagaimana diatur dalam peraturan bawaslu nomor 14 tahun 2017.

“Dan bilamana terbukti melangar ketentuan peraturan perundng-undangan maka yang bersangkutan akan kita rekomendasikan kepada pejabat yang berwewenang dalam hal ini Komisi Aparatur Sipil Negara”, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gorontlao, Cokro Katili saat dikonfirmasi oleh awak media mengakui jika dirinya telah menjalani pemeriksaan di Bawaslu. “Mereka (Bawaslu.red) mempertanyakan soal foto kami yang di upload di medsos itu. Tapi saya hanya mengacungkan jempol, dan itu menurut saya adalah hal yang biasa saya lakukan, dan jempol itu merupakan gaya bebas, apalagi kunjungan kami kesana bukan dalam rangka politik tapi silaturahmi di hari kedua lebaran Idul Fitri”, ujar Cokro.

Sama halnya dengan Kepala Dinas PU-PR Kabupaten Gorontalo, Doni Lahatie, dirinya juga membenarkan adanya pemanggilan terhadap dirinya terkait foto tersebut. “Iya, saya dipanggil oleh Bawaslu dan kemarin saya sudah menghadap dan memberikan klarifikasi terkait persoalan itu”, jelas Doni melalui via Whatsapp.

REPORTER: Even Makanoneng

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top