Pemkab Gorontalo Gencar Tekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Pemkab Gorontalo Gencar Tekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

LIMBOTO, Republikpos.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Minggu (24/6) membentuk Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA). Sesuai dengan namanya, satuan tugas ini diperuntukkan menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Gorontalo. Pembentukan satgas ini pula langsung disosialisasikan ke masyarakat.

Meski telah dibentuk Satgas PPA, Bupati Nelson kembali mengingatkan kepada masyarakat, kesadaran dalam keluarga untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga jauh lebih efektif dibanding apapun.

“Agar penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih menurun lagi, harus melibatkan keluarga. Karena keluarga merupakan kunci penentu yang paling efektif dalam menuntaskan masalah ini,” ungkap Nelson

Nelson menjelaskan, jika suami sangat memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga. Karena suami merupakan pemimpin serta panutan bagi anggota keluarganya. Dan sebagian besar pelaku kekerasan dalam rumah tangga juga adalah suami.

Loading...

“Oleh sebab itu dibentuk Dulohupa Suami Sayang Keluarga sebagai wadah melindungi keluarga dari kekerasan baik dari dalam maupun dari luar.” papar Nelson.

Dengan dibentuknya wadah ini, Nelson berharap anggota dari Dulohupa Suami Sayang Keluarga ini bisa mempengaruhi keluarga lain sehingga terbentuk kelompok-kelompok Dulohupa lainnya sehingga terwujud daerah yang aman.

“Saya berharap dimulai dari kelompok – kelompok terkecil yakni keluarga dengan melibatkan Dasa wisama PKK, masyarakat,” Harap Nelson.

Untuk diketahui berdasarkan data yang ada pada tahun 2016 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Gorontalo tercatat ada 47 kasus. Angka tersebut turun di tahun berikutnya (2017) menjadi 24 kasus. Sementara untuk kasus kekerasan terhadap perempuan di tahun 2016 ada 19 kasus dan pada tahun 2017 turun menjadi 8 kasus.

PENULIS: Even Makanoneng

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top