Ritual Tarian Dayango Kembali Dihidupkan - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Ritual Tarian Dayango Kembali Dihidupkan

alterntif text

LIMBOTO, Republikpos.com – Usai menunuaikan ibada puasa ramadhan dan merayakan Idul Fitri, masyarakat Desa Talumelito, Selasa (19/6) malam menggelar ritual Dayango. Ritual Dayango sendiri adalah ritual yang sudah dilakoni oleh masyarakat Gorontalo zaman dulu sebelum masuknya agama Islam.

Secara garis besar, ritual ini awalnya adalah ritual memanggil ruh, atau biasa disebut ritual memanggil setan. Dimana pada ritual ini 3 orang penari atau lebih yang dilakoni oleh orang dewasa ini akan menari-nari untuk memanggil ruh leluhur.

“Ritual ini kerap diartikan sebagai tarian ‘pemanggilan’ roh atau bermain dengan setan, yang tujuannya adalah untuk memperbaiki suatu kampung dari berbagai macam bala (malapetaka.red), menyembuhkan penyakit karena bala.” ujar Suharlim Katili salah satu budayawan Gorontalo.

Seiring perkembangan zaman, dan masuknya nilai-nilai Islam, maka budaya ritual ini perlahan mulai hilang karena dianggap menyimpang dari ajaran Agama. Untuk menjaga agar ritual agar tetap lestari, maka dihilangkanlah beberapa prosesi yang dinilai syirik.

Hal ini untuk menghilangkan stigma negatif terhadap ritual Dayango.

“Makna tarian dayango ini sebenarnya adalah untuk mengucap rasa syukur kepada Sang Pencipta. Untuk itu kali ini digelar sebagai wujud rasa syukur karena telah menunaikan ibadah puasa ramadhan dan Idul Fitri.” jelas Suharlim.

alterntif text

Hal ini juga, kata Suharlim, telah disosialisasikan di masyarakat dan melalui jalur pendidikan formal yang ada di Kabupaten Gorontalo. “Hal ini sesuai dengan keinginan Bupati Gorontalo.” ungkap Suharlim.

Prosesi ritual tarian dayango. (Foto: Even)

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang dapat mengangkat pembangunan daerah adalah dengan membangun budaya. Sehingga wajib bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong budaya lokal agar terus dijaga dan dibangun.

“Dayango adalah seni budaya yang dikembangkan oleh masyarakat Gorontalo untuk syukuran, kejadian-kejadian alam, dan mengobati orang sakit. Yang pada hakekatnya mengucap syukur dan berdoa.” ujar Nelson.

Ritual tarian Dayango ini rencananya juga akan dipromosikan pada setiap even pariwisata tahunan Festival Danau Limboto. “Agar lebih dikenal maka atraksi menari diatas api ini akan terus kita promosikan dengan kegiatan bertaraf nasional, yakni di Festival Danau Limbto nanti.” kata Nelson.

PENULIS: Even Makanoneng

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top