PAW Komisoner KPU Gorut Resmi Dilantik – REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

PAW Komisoner KPU Gorut Resmi Dilantik

GORUT, Republikpos.com – Kekosongan pada dua posisi komisioner di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Jumat (8/6), resmi terisi. Sebagaimana yang diketahui, kekosongan tersebut diakibatkan oleh komisioner Fadliyanto Koem dan Sophian Rahmola telah dilantik menjadi anggota KPU Provinsi Gorontalo, dan sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) yakni Muslukum Tandako dan Sofyan Jakfar. Kedua komisioner ini, dilantik oleh Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadliyanto Koem di Rumah Pintar kantor KPU Kabupaten Gorut.

Muslukum Tondako dan Sofyan Jakfar mengisi kekosongan dua komisioner yang sebelumnya dijabat oleh Fadliyanto Koem dan Sophian Rahmola yang kini, telah menjadi Komisioner KPU Provinsi Gorontalo.

Saat dihubungi oleh awak Republikpos.com, Fadliyanto mengatakan, hal penting yang harus dilakukan oleh kedua komisioner tersebut, fokus dalam menjalankan amanah baru yang dipercayakan kepada mereka berdua.

Dia juga mengatakan, agar kedua komisioner baru ini, secepatnya pula beradaptasi terhadap lingkungan kerja, baik itu secara teknis dan psikologis. Secara teknis kata Fadliyanto, kedua komisioner tersebut dilantik menjelang tanggal 27 Juni 2018 yang diketahui bersama, merupakan hari pungut hitung untuk pelaksanaan Pilkada 2018.

“Segera memperkuat pemahaman tentang regulasi, ini diantara yang harus dilakukan dalam beradaptasi secara teknis,” kata Fadliyanto.

2 Komisioner KPUD Gorut yang dilantik menggantikan Fadliyanto Koem dan Sophian Rahmola.

Adaptasi secara psikologis juga kata Fadliyanto, kedua komisioner dalam melakukan tugasnya, itu harus kolektif dan kolegial. Ada perbedaan kerja secara sendiri–sendiri dan kerja secara bersama–sama. Memahami akan arti dari kepemimpinan 5 komisioner dalam menjalankan tugas. “Dan itu harus dijunjung tinggi,” ungkap Fadliyanto.

Disinggung tentang regulasi yang menjadi acuan dalam pengangkatan atau PAW dua komisioner tersebut, Fadliyanto menjelaskan bahwa, semuanya sudah sesuai dan mengacu pada aturan yang berlaku. Aturan dimaksud kata dia, yakni Undang–undang nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

“Kami berlima sebelumnya, direkrut itu berdasarkan regulasi tersebut, sehingga dalam PAW itu juga, mengacu pada aturan yang sama,” ujar Fadliyanto. Jika mengacu pada aturan yang baru Undang – undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, pengisian dan pelantikan komisioner KPU dilakukan oleh KPU RI. “KPU Provinsi bisa melantik, namun harus ada pendelegasian dari KPU RI,” tandas Fadiyanto.(ms)

alterntif text
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

alterntif text
To Top