Puluhan Massa Gugat Proses Tender Pembangunan RS Pratama - Boliyohuto - REPUBLIKPOS.COM
alterntif text
Daerah

Puluhan Massa Gugat Proses Tender Pembangunan RS Pratama – Boliyohuto

alterntif text

LIMBOTO,republikpos.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (GEMA ANTI KEN) Provinsi Gorontalo, Selasa (29/5) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo.

Dalam aksinya, massa demonstran menuntut agar pelaksanaan proyek pembangunan rumah sakit Pratama Boliyohuto benar-benar dijalankan sesuai dengan mekanisme dan bersih. Massa menduga ada indikasi permainan dalam proses lelang tender proyek pembangunan rumah sakit yang dilakukan oleh pihak ULP Kabupaten Gorontalo.

“Kami minta agar pihak ULP dalam proses pengadaan rencana pembangunan RS Pratama Boliyohuto agar profesional selaku pelaksana tender dan tidak main mata.” ucap Irwan Abas salah satu orator massa aksi.

Massa aksi menilai bahwa perusahaan yang memenangkan tender tersebut adalah perusahan yang tidak berpengalaman dalam pembangunan rumah sakit. Sehingga massa khawatir hal itu akan berdampak pada kwalitas bangunan nanti.

“Untuk itu melalui DPRD Kabupaten Gorontalo agar segera memanggil pihak ULP untuk mengklarifikasi adanya indikasi permainan tersebut, atas pemenangkan salah satu perusahaan asal Sulawesi Utara yakn PT. Maju Karya Mapalus.” tegas Irwan.

alterntif text

Massa aksi kemudian diterima oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo, Hamka Pakaya. Dalam pertemuan dengan massa aksi, akhirnya ditemukan titik temu. “Hasilnya setelah mereka mendengar penyampaian atas klarifikasi ULP, mereka (massa aksi.red) menerima dan ternyata hanya permasalahan misskomunikasi saja.” ujar Hamka.

Hamka juga meminta agar massa aksi yang notabene adalah masyarakat boliyohuto agar bersama-sama mengawal proses pembagunan rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian ULP Kabupaten Gorontalo, Herianto Kodai, mengakui jika ada beberapa tuntutan dari para masa aksi terkait semua persyaratan dalam dokumen tender. Heri juga menyampaikan jika apa yang dilakukan oleh pihaknya di ULP juga sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada. “Yang mereka sampaikan masih dalam batas kewajaran, kami menghargai itu. Dalam proses pemilihan penyedia yang kami lakukan masih dalam ketentuan yang ada.” papar Heri.

Heri juga menegaskan jika dalam proses tender tersebut tidak ada intervensi dari pihak-pihak manapun, apalagi dari pimpinan daerah. Dirinya berharap apa yang dilakukan para masa aksi tidak putus sampai di pemilihan pengadaan saja, tapi juga sampai pada proses pembangunan rumah sakit sampai dengan selesai.(em)

alterntif text
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top