45 Warga Gorut di Lapas Terancam Tak Bisa Salurkan Hak Pilih - REPUBLIKPOS.COM
Daerah

45 Warga Gorut di Lapas Terancam Tak Bisa Salurkan Hak Pilih

Komisioner KPU Gorontalo Utara, Sophian Rahmola.

GORUT, Republikpos.com – Setiap warga masyarakat Gorontalo Utara(Gorut) yang masuk dalam wajib pilih dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah diumumkan melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) dimana saja berada memiliki hak pilih tidak terkecuali mereka yang tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Gorontalo yang jumlahnya Sebanyak 45 orang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Sophian Rahmola mengatakan, 45 warga tersebut muncul pada saat pihaknya melaksanakan tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) beberapa waktu lalu.
Salah satu tahapan yang harus dilalui ini, terungkap dari pengakuan keluarga masing – masing dari 45 warga.
KPU Kabupaten Gorut kata dia tentunya harus mengakomodir keberadaan 45 warga ini.

Tahapan demi tahapan yang kemudian dilalui hingga ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2018, nama dari 45 warga ini, juga masuk.

“Dalam pelaksanaan coklit lalu, nama mereka muncul berdasarkan pengakuan pihak keluarga masing – masing, karenanya kami tetap memproses dan mengakomodirnya,” kata Sophian.

Hanya saja kata Sophian, pada hari pemungutan suara yang akan digelar tanggal 27 Juni 2018 mendatang, KPU Kabupaten Gorut tidak akan memfasilitasi dalam penyaluran hak suara tersebut.

Artinya bahwa, 45 warga ini diharapkan bisa mendapat izin atau semacamnya pada hari pemungutan suara, dan kemudian menggunakan hak pilihnya dimasing – masing TPS yang telah ditentukan. Akan berbeda kondisinya kata dia, jika pemilu yang digelar saat ini adalah Pilgub.

Sebab, mereka kata Sophian, bisa saja pindah TPS dari yang sebelumnya di Kabupaten Gorut, kemudian pindah ke Kota Gorontalo. Namun kata Sophian lagi, selain memastikan 45 warga ini memiliki hak pilih, KPU Kabupaten Gorut sesuai rencana akan melakukan komunikasi langsung dengan 45 warga tersebut. “Kita akan mengagendakan untuk melakukan komunikasi,” tutup Sophian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top