alterntif text
Daerah

Pemda Gorut Gelar Rapat Bahas Antisipasi Konflik SARA

GORUT,- Seiring banyak terjadi konflik sosial di daerah kerap dipicu oleh persoalan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Konflik sosial bisa terjadi juga karena karena berbagai aksi unjuk rasa, sengketa pertanahan, pertikaian antar pelajar maupun masalah lingkungan. Belum lagi di daerah Kabupaten Gorontalo Utara bulan Juni mendatang akan menggelar Pesta Demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gorut yang sangat beresiko terjadinya gesekan sosial. Sehingganya, guna mencegah hal serupa,

Pemerintah daerah Kabupaten Gorut melalui Dinas Kesatuan Bangsa  dan Politik  (Kesbangpol) Gorut menggelar Rapat kerja tim Terpadu penanganan Konflik sosial tahun 2018, Jumat (13/4) kemarin bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Gorut.

Acara yang dipimpin langsung oleh Penjabat Sementara Bupati Gorut, Drs. Abdul Haris Hadju, MM didampingi Kejari Gorut, perwakilan Kapolres Gorontalo, Mewakili Dandim 1304 Gorontalo, Plh Sekda, Para asisten, seluruh Danramil dan Kapolsek se-Gorut, serta sejumlah Pimpinan OPD terkait dalam tim Penanganan Konflik Sosial Gorut.

Dalam arahan dan sambutan Pjs Bupati Haris Hadju mengungkapkan secara umum daerah Gorut hingga saat ini masih tetap aman dan kondusif. meskipun saat ini pula sedang berlangsung tahapan kampanye Pilkada.

“Meskipun situasi saat ini masih aman dan kondusif, kewaspadaan harus tetap kita kedepankan, mengingat setiap konflik bisa terjadi tanpa diduga sebelumnya,” kata Penjabup Haris Hadju saat membuka Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Gorut.

Menurut Haris, peran tim terpadu penanganan konflik sosial kabupaten Gorut  sangat penting untuk mengantisipasi dan menekan besarnya gangguan dan ancaman terjadinya konflik sosial. 

Untuk itu melalui kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan dapat tercipta kesepahaman dan keterpaduan berbagai komponen terkait untuk dapat mengantisipasi secara dini berbagai permasalahan dan gejolak sosial yang memiliki potensi menjadi konflik, baik saat sekarang maupun dimasa-masa yang akan datang.      

“Oleh karenanya, saya menghimbau kepada seluruh stake holder terkait agar dapat meningkatkan koordinasi dan keterpaduan antar aparatur Pemda dan instansi vertikal baik Kejari, Kepolisian dan TNI di daerah guna tetap menjaga stabilitas keamanan di daerah Gorut melalui tim terpadu penanganan konflik sosial,” ujarnya. 

Adapun sejumlah permasalahan yang dibahas dalam rapat tersebut yakni diantaranya menjaga netralitas ASN dan Aparat lainnya dalam pelaksanaan pilkada Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2018, Efektifkan peran masyarakat dalam cegah dini serta deteksi dini untuk mencegah terjadi konflik, hindari dan cegah berita hoax dan ujar kebencian untuk menjaga terjadinya konflik Sosial, Daya tangkap teroris di wilayah dengan melakukan wajib lapor ketika masuk di suatu wilayah, manfaatkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk dapat melakukan pencoblosan saat pilkada, cegah penggunaan zat berbaya bagi anak-anak di bawa umur, serta menjaga stabilitas daerah Jelang hari H Pemilihan Bupati dan Wakil bupati Gorut bulan Juni mendatang.(*)

BAGIKAN:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top