alterntif text
Daerah

Pemanfaatan Bantuan Alsintan di Gorut Dapat Sorotan Wakil Rakyat

lukum diko (kiri.) aleg dprd gorontalo utara. foto: istimewa

GORUT,- Bantuan alat pertanian (Alsintan) yang dikelola oleh kelompok tani yang ada di Kecamatan Anggrek mulai dikeluhkan oleh para anggota kelompok tani. Pasalnya untuk pemanfaatan dinilai hanya didominasi oleh ketua kelompok saja. Bahkan yang lebih parah lagi, ada alat pertanian yang sudah tidak sesuai lagi dengan fungsi dan peruntukannya.

Terkait keluhan ini, Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Lukum Diko, pemanfaatan alsintan bantuan tersebut seharusnya dapat dirasakan secara merata oleh para petani, bukan hanya didominasi oleh satu orang saja.

“Harusnya dalam pemanfaatan alat pertanian yang merupakan bantuan dan dikelolah oleh kelompok tersebut dilakukan secara merata. Namun yang terjadi saat ini malah didominasi oleh ketua kelompok saja” ungkapnya.

Akibat dari praktek monopoli dalam pemanfaatan alsintan itu, kata Lukum mengakibatkan anggota kelompok yang juga berhak untuk memanfaatkan alat tersebut merasa dirugikan.

Kondisi ini juga, kata Politisi Golkar itu semakin diperparah dengan ulah sejumlah oknum yang mempreteli alat bantuan pemerintah tersebut. ” Ada beberapa alat pertanian yang telah dicabut mesinnya dan dipindahkan ke tempat lain dan digunakan untuk kepentingan lainnya,” tegasnya.

Bahkan, dari laporan yang dia (Lukum.-red) terima, ada alat pemotong dan perontok jagung yang mesinnya telah dicabut dan dipindahkan pada alat somil yang notabene tentu bukan peruntukannya. “Itu alat pertanian bantuan pemerintah. Kenapa mesinnya dicabut dan dipasang untuk alat pemotong kayu atau yang bukan sesuai dengan peruntukannya,” ujar Lukum geram.

Kepada dinas terkait, Lukum menghimbau agar segera turun lapangan untuk menindaklanjuti persoalan ini. “Kami minta Dinas Pertanian untuk turun segera melakukan inspeksi terhadap seluruh bantuan alat pertanian yang telah disalurkan serta mengevaluasi pemanfaatannya dan juga peruntukannya” kata aleg dari Dapil Anggrek tersebut.

Lukum juga menegaskan agar persoalan ini jangan sampai berlarut-larut agar jangan menjadi persoalan yang berkepanjangan dan dapat berimbas pada masyarakat petani. “Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baru pihak dinas mau turun tangan,” tandasnya.(MS)

BAGIKAN:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top