alterntif text
Daerah

Menteri Desa PDTT Kunjungi Dua kabupaten dan Kota Di Sulawesi Utara, Ada Apa?

KOTAMOBAGU,- Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, bersama ketua DPD RI Oesman Sapta sambangi dua kabupaten dan satu kota, di Sulawesi utara. Kunjungan kerja keduanya, erat kaitan dengan program Presiden Joko Widodo, Pemerataan Pembangunan Desa secara menyeluruh dan berkeadilan.

Desa Bilalang Satu, di Kota Kotamobagu, merupakan lokasi awal dalam kunjungan kerja Mendes PDTT dan ketua DPD RI. Di desa ini, ada empat proyek desa yang diresmikan Mendes PDTT, salah satunya sanggar Budaya, yang pembangunan gedung dan fasilitas di dalamnya, diambil dari dana desa dan bantuan desa.

“Saya bangga dengan desa Bilalang ini, sebab sejumlah proyek desa, yang menggunakan dana bantuan desa, berjalan dengan baik dan tidak dikelolah oleh pihak ketiga. Apalagi laporan pak Wali kota tadi bahwa pengerjaan proyek ini, melibatkan warga setempat. Terus terapkan sistem ini, dan pertahankan mutu kerja, serta harus tepat sasaran dananya dan jangan lalai memberikan 30 persen dari dana tersebut untuk pembayaran upah harian bagi masyarakat yang berkerja.” tandas Mendes DPTT Eko Putro Sandjojo dihadapan ratusan kepala desa, perangkat kecamatan dan jajaran pemerintah Kota Kotamobagu.

Di sejumlah desa yang ada di Kota Kotamobagu, selama 2016 sampai 2017, mengalami peningkatan pembiayaan proyek desa dari Kementrian Desa ini berarti, Lanjut Sandjojo, anggaran yang dikucurkan di sini terserap dengan baik. Ayo bikin lagi berbagai usaha dan kreatif agar daerah kalian makin maju. Kelola tambak tambak ikan yang ada, kelola semua bahan baku yang bisa ditemukan di sekitar kalian. Semua itu bisa mendatangkan uang.” ajak menteri yang dikenal kalem dan ramah ini.

Usai meninjau geduang budaya di desa bilalang satu, Mendes PDTT melanjutkan monitoring pelaksanan proyek di lokasi terpisah di desa Bilalang. Proyek pembuatan drainase desa, yang banyak menyerap tenaga kerja warga setempat khususnya ibu ibu rumah tangga. Mereka dibayar sebesar 100 ribu rupiah perhari dengan menggunakan dana desa.

Oesman Sapta Ketua DPD RI menegaskan, dana dana proyek desa harus bisa dipertanggung jawabkan. ” Jangan ada penyelewengan, jangan ada tipu tipu ya. semua harus dilakukan dengan tepat dan sesuai juklak yang ada. Kalo sampai ada penyimpangan saya yang akan lebih dulu mendorong aparat hukum mengusut dan menangkap serta mempenjarakan oknum oknum tersebut.” tegas Oesman Sapto saat meninjau pembuatan drainase desa bersama Mendes PDTT.

Salah satu buruh wanita, yang ikut dalam proyek pembuatan drainase desa, mengaku sangat terbantukan dengan adanya proyek desa. “saya sangat senang dilibatkan dalam proyek ini. meski saya seorang wanita dan harus jadi buruh, tidak apa apa. asal dapat duit. Dibayarkan bagaimana kerjaan ibu? dibayar 100 ribu perhari. ibu senang diberi pekerjaan ini? iya sangat senang, karena dapat pemasukan uang, tolong presiden perhatian desa kami, berikan dana ke desa ini agar masyarakat senang dan sejahtra.” pinta mijah warga desa Bilalang ditemui saat sedang mengerjakan proyek.

Sebelum kunjunngi lokasi proyek desa, Mendes PDTT dan Ketua DPD RI, sebelumnya menghadiri seminar evaluasi undang undang desa yang sudah berlaku selama tiga tahun. Seminar regional ini berlangsung di Ball Room Hotel Sutan Raja Kotamobagu selama tiga hari, terhitung hari ini.(act)

BAGIKAN:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top