alterntif text
Hukum & Kriminal

Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Charles Ngili: Kami Tak Bisa Disuap

MANADO,- Penanganan masalah narkoba, terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Propinsi Sulawesi Utara. Tak pandang bulu, dan tak mau lakukan pembohongan publik, BNNP Sulut tak mau kompromi dengan tawaran dan suap dari bandar dan pengedar narkoba di Sulawesi Utara, yang sempat mencoba menyogok aparat BNNP Sulut untuk menghentikan kasus dengan imbalan uang 1.3 Miliar, agar kasus penangkapan tersangka penanam ganja jenis baru yang diimport dari Inggris, yang berhasil diungkap tim brantas BNNP Sulut dibawa koordinator Kaban BNNP Sulut Brigjend Pol Charles Helmer Ngili, dan dilaksanakan penangkapan tersangka dan penyitaan babuk, yang dipimpin oleh AKBP John Thenu, agar dihentikan. Namun aparat BNNP Sulut tetap komitmen melanjutkan proses hukum kasus ganja tersebut.

Komitmen aparat BNNP Sulut dalam hal pemberantasan pengedaran barang haram tersebut di wilayah Sulawesi Utara, membuahkan hasil, prosentasi pengguna narkoba di Sulut turun ke posisi 15 dari 34 propinsi yang ada di Indonesia. Ini juga hasil dari kerja keras aparat BNNP Sulut sepanjang bulan februari 2018, telah melakukan kegiatan pencegahan berupa advokasi, sosialisasi dan kampanye stop narkoba sebanyak 27 kegiatan, yang menyentuh sasaran kurang lebih 4.317 orang dari kelompok masyarakat, di luar kelompok aparat TNI, Polri dan Instansi pemerintah. Sementara pencegahan dengan cara tes urine, pada bulan februari dilakukan pada 102 orang.

BNNP Sulut telah melakukan rehabiltasi kepada 42 orang pecandu. Dan melakkan pemberantas peredaran gelap narkoba dan berhasil mengungkap 3 laporan kasus narkoba dengan 8 berkas perkara, dan 8 orang tersangka dan sudah 4 kasus yang P21.

Menurut Brigjend Polisi Charles Helmer Ngili selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi Sulawesi Utara, upaya melawan kejahatan narkotika harus terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda yang ada di Sulawesi Utara. “Saya berharap masyarakat dan pemerintah terus mendukung usaha pemberantasan yang dilakukan oleh BNNP Sulut. kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan masyarakat dan pemerintah.” ungkap Jendral bintang satu ini.

“Personil kami terbatas, anggaran kami juga terbatas, kadang uang pribadi yang terpakai untuk operasi pemberantasan. Sementara di Sulawesi utara, baru ada 4 kantor badan narkotika di kabupaten dan kota. Masih ada banyak daerah kabupaten kota yang layak untuk ada kantor BNN kota atau kabupaten namun pengusulan tersebut belum disetujui pemegang kewenangan dalam hal ini Kementrian aparatur negara.” jelas Ngili yang pernah menjabat waka polda Sulut.

Namun begitu, lanjut Ngili, kami selaku aparat, tidak mungkin berdiam diri pasrah dengan kondisi keterbatasan ini. Meski anggaran pas pasan, personil terbatas, saya suport anggota saya untuk bekerja optimal dan tegas serta berprinsip untuk tidak muda disuap. “kedepan saya berharap alokasi dana pemberantasan untuk aparat BNN yang ada di seluruh propinsi dan kota di Indonesia, diberlakukan seperti sistem yang ada di lembaga lain yaitu no limit. Ini sasarannya agar aparat kami bisa bekerja sampai ke perbatasan ke pulau pulau dan ke daerah yang terpencil sekalipun. Semua ini perlu dibiayai negara karena mereka bekerja untuk negara, yang kondisi sudah darurat narkoba.” timpal Ngili pada press rilis BNNP Sulut sore tadi.(act)

BAGIKAN:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top