alterntif text
News

Tim Kuasa Hukum ADHA-CBD Kembali Gugat KPU Kota Gorontalo

GORONTALO,- Keputusan KPU Kota Gorontalo untuk meloloskan salah satu kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo yang diduga bermasalah dengan administrasi dokumen syarat pencalonan sepertinya berbuntut panjang. Tim Kuasa Hukum pasangan ADHA-CBD kembali melayangkan gugatan ke Panitia Pengawas (Panwas) Pemilukada Kota Gorontalo terkait sk penetapan pasangan calon Marten Taha dan Ryan Kono yang dinilai bermasalah dengan dokumen administrasi syarat pencalonan.

Salah satu anggota Tim Kuasa Hukum ADHA-CBD, dr. Arie Duke Widagdo menetapkan bahwa ada beberapa hal yang akan digugat oleh pihaknya terkait penetapan pasangan Marten Taha dan Ryan Kono sebagai caon walikota dan Wakil Walikota Gorontalo. Pertama adalah terkait batas waktu pemasukan berkas perbaikan milik Ryan Kono yang diduga telah melewati batas waktu dari tahapan yang ditentukan.

“Seharusnya sesuai tahapan pemasukan perbaikan berkas itu ditutup pada tanggal 20 Januari, tapi oleh KPU itu dilanggar. Karena pada tanggal 26 Januari masih ada lagi dokumen yang dimasukkan” kata Ari Duke saat menggelar konfresi pers di posko tim pemenangan pasangan ADHA-CBD di Jalan Palma, Kota Gorontalo, Selasa (13/2).

Ari Duke menambahkan, dengan itu pihak KPU sebagai penyelenggara pilkada telah melanggar proses tahapan yang mereka tetapkan sendiri.

Dr. Arie Duke Widagdo, SH., MH.

Kedua adalah terkait identitas institusi tempat Ryan Kono kuliah. Dimana, kata Ari Duke pihaknya menduga ada pemalsuan dokumen terkait ijazah milik Ryan Kono.

“Kalo melihat surat keterangan dari direktorat pendidikan dasar dan menengah, disebutkan asal sekolah Ryan Kono yakni Royal Melbourne Univesity of Technology, Melbourne, Australia. Sementara jika dibandingkan dengan dokumen yang asli yang dimasukkan pertama kali (ke KPU.red) tertulis Royal Melbourne Institute of Technology. Sehingga kita meragukan dari dua dokumen ini mana yang benar,” kata Ari Duke.

Lebih lanjut Ari Duke menjelaskan, bahwa dari kedua dokumen tersebut, pihaknya mempertanyakan manakah dokumen yang asli? Karena kedua dokumen tersebut adalah dokumen otentik yang perlu diklarifikasi kebenarannya.

Selain itu, kata Ari Duke, pihaknya telah mengklarifikasikan hal ini ke koleganya di Australia terkait persoalan tersebut. Dimana dari hasil klarifikasi tersebut, pihaknya kata Ari Duke mendapatkan informasi bahwa kebenaran terkait dokumen tersebut agak diragukan. Sehingga, kata Ari Duke pihaknya berasumsi ada pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh pihak Ryan Kono sebagai calon Wakil Walikota Gorontalo.

Rencananya pihak tim kuasa hokum ADHA-CBD akan melaporkan hal tersebut ke Panwas terkait pelanggaran tahapan dan administrasi dan Kepolisian terkait dugaan pemalsuan dokumen.(red)

BAGIKAN:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top