alterntif text
Daerah

Diduga Langgar Aturan, KPU Kota Gorontalo Kembali Diadukan ke Panwas

KOTA GORONTALO,- Proses pengunggahan dokumen perbaikan bakal pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Gorontalo dinilai telah menyalahi aturan. Dimana pada proses tersebut, ada dokumen yang diduga tidak sesuai dengan dokumen yang diserahkan oleh salah satu calon Wakil Wali Kota Gorontalo ke KPU Kota Gorontalo.

“Kami melaporkan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak KPU Kota Gorontalo. Dimana pada tanggal 26 januari lalu, ada dokumen milik salah satu calon yang diupload ke website SILON milik KPU yang menurut kami tidak sesuai dengan dokumen yang diserahkan pada KPU sesuai dengan batas waktu perbaikan dokumen,” ujar Nursalam Karim, yang ditemui di Kantor Panwas Kota Gorontalo.

Nursalam Karim (Pelapor).

Nursalam menegaskan, bahwa pihaknya tidak ingin pelaksanaan pemilukada di Kota Gorontalo diwarnai dengan praktek curang dari pihak penyelenggara pemilu, “Sebagai warga Kota Gorontalo saya tidak ingin pelaksanaan pesta demokrasi ini cacat akibat ulah segelintir orang, apalagi itu adalah mereka yang notabene adalah penyelenggara pemilu,” tegasnya.

Untuk itu kata Nursalam, dia berharap agar pihak Panwas Kota Gorontalo segera menindak lanjuti laporannya tersebut.

Sementara itu, Ketua Panwas Kota Gorontalo, John Hendri Purba mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengkaji dan melakukan pendalaman terkait informasi yang disampaikan oleh warga. “Akan segera kami kaji dan kami dalami terkait apa yang disampaikan,” ujar John.

“Dan jika ada sesuatu yang memperkuat keyakinan kami bahwa ada dugaan pelanggaran, maka kami akan tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Ketua Panwas Kota Gorontalo John Hendri Purba. Foto: FL

Sebelumnya, telah ada laporan yang sama terkait dugaan pihak KPU Kota Gorontalo yang menerima perbaikan berkas dokumen milik salah satu calon Wakil Wali Kota Gorontalo, yakni Ryan Kono. Dimana diduga perbaikan berkas tersebut diterima oleh KPU Kota Gorontalo diluar batas waktu pemasukan perbaikan berkas yakni tanggal 20 Januari 2018.

Namun hal tersebut dibantah oleh sejumlah Komisioner KPU Kota Gorontalo. Salah satu Komisioner KPU Kota Gorontalo, Lapandri Ilahude menegaskan bahwa dokumen perbaikan yang diunggah pada tanggal 26 Januari lalu itu diluar pengetahuan lembaga KPU Kota Gorontalo. Selain itu pula, Lapandri menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima dokumen berkas perbaikan Ryan Kono.

“Secara kelembagaan kami tidak tahu menahu dengan hal itu. Jadi kalo diminta berita acaranya, kami tidak punya,” kata Lapandri beberapa waktu lalu.(red)

BAGIKAN:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top