Daerah

Tim Upsus Pajale Kementan- RI Evaluasi Hasil Bumi di Gorut

GORUT,- Guna mengevaluasi program pemerintah daerah di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Tim Upaya Khusus (Upsus) dari Kementerian Pertanian RI menlaksanakan audiensi pertanggung jawaban Upsus Pajale se-Provinsi Gorontalo, Kamis (11/1), di Kabupaten Gorontalo.

Kunjungan tim upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Pajale) ini diterima Asisten III Setda Gorontalo Utara, Sofyan Djaijun mewakili Bupati Gorut bersama pimpinan OPD terkait.

Dihadapan ketua Tim Upsus dan juga Kepala Pusat Penyuluh Pertanian Kementan RI, Dr. Ir. Siti Munifah, Sofyan Djaijun memaparkan kondisi serta produksi pertanian di Gorut dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam penjelasannya, Asisten mengungkapkan bahwa hasil produksi pertanian di Gorontalo Utara khususnya padi dan jagung setiap tahunnya terus meningkat seiring dengan banyaknya Program bantuan serta intervensi pemerintah daerah maupun provinsi dan pusat.

“tahun 2015 Produksi Padi di daerah Gorut mencapai 55.362 Ton, sedangkan Jagung 55.305 Ton, tahun 2016 Produksi padi kita mencapai 64.154 Ton, jagung 146.977 Ton. Dan pada tahun ini terjadi sedikit penurunan pada jumlah Produksi Padi sejulah 59.441 Ton, sementara Jagung masih dalam tahap pendataan oleh pihak BPS (Badan Pusat Statistik) Gorut”, jelas Sofyan.

Sofyan juga memaparkan bahwa penyebab turunnya hasil produksi pada tahun 2017 disebabkan faktor alam yang berdampak pada banyaknya lahan pertanian yang gagal panen maupun rusak akibat terserang berbagai hama Penyakit.

Kedepannya, kata Sofyan, pemerintah daerah terus berupaya untuk meminimalisir potensi gagal panen dan kerugian yang dialami petani di Gorut. Meski mengalami penurunan jumlah produksi pertanian di tahun 2017, namun ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat Gorut masih tercukupi.

Sementara itu, ketua Tim Upsus dan juga Kepala Pusat Penyuluh Pertanian Kementan RI, Dr. Ir. Siti Munifah mengungkapkan bahwa saat ini akselerasi pertumbuhan produksi pangan di Gorut sangat pesat. Sehingganya perlu ada pengecekan di lapangan guna Memcocokan data produksi dan luas lahan tanam.

“sebagai bahan laporan ke pemerintah Daerah, pada akhir tahun 2017 kita masih kekurangan 14 ribu ton padi dari target yang di tetapkan.” ungkap Siti Munifah.

Sehingganya, kata Siti, pihaknya perlu melakukan dialog dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kekurangan stok padi secara nasional.(red)

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top