alterntif text
Opini

Aroma Golkar di Pilkada Gorontalo

GORONTALO,- Tidak dapat dipungkiri jika Golkar memiliki banyak kader mumpuni untuk maju menjadi kepala daerah, apalagi di Gorontalo. Pada perhelatan pemilukada di dua daerah yakni Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara, rata-rata yang maju berkompetisi adalah mereka para kader maupun mantan kader dari partai berlambang beringin ini.

Di Kota Gorontalo, Wali Kota Marten Taha yang notabene adalah Ketua DPD II Partai Golkar maju berpasangan dengan Ryan Kono yang juga adalah kader Partai Golkar. Sementara dua rivalnya, yakni Adhan Dambea yang kini menjabat sebagai Ketua DPW Partai Hanura adalah mantan Ketua DPD II Partai Golkar. Adhan Dambea sendiri awalnya maju berpasangan dengan Budi Doku, Wakil Wali Kota Gorontalo saat ini, yang juga adalah mantan kader Partai Golkar. Usai Budi Doku mundur dari pencalonan, posisinya digantikan oleh Hardi Saleh Hemeto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Partai Gerindra Provinsi Gorontalo. Sebelumnya Hardi Saleh Hemeto juga pernah mejabat sebagai Bendahara Partai Golkar di Kabupaten Pohuwato.

Kandidat calon Wali Kota Gorontalo ketiga adalah Rum Pagau, mantan Bupati Boalemo. Semasa menjabat sebagai Bupati Boalemo, Rum Pagau adalah Ketua DPD II Partai Golkar Boalemo. Sementara pasangannya yakni Rusliyanto Monoarfa juga adalah mantan kader Partai Golkar dan pernah menjadi Aleg Fraksi Partai Golkar di DPRD Bone Bolango.

Pilkada Kota Gorontalo mungkin dapat dikatakan sebagai ajang persaingan anak-anak yang lahir dari satu rahim yakni Partai Golkar.

Pilkada Gorontalo Utara

Aroma Partai Golkar juga cukup kental di Pilkada Gorontalo Utara. Dari 3 kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara, mungkin hanya Roni Imran dan Thariq Modanggu saja yang tidak pernah menjadi kader Partai Golkar, sementara selebihnya masih dan pernah menjadi kader partai yang pernah jaya di era Soeharto tersebut.

Ketua DPD II Partai Golkar Gorontalo Utara, Thomas Mopili untuk kali kedua maju di Pilkada Gorontalo Utara. Mantan Wakil Bupati dan Ketua DPRD Gorontalo Utara berpasangan dengan Suleha Rakhmad sosok pengusaha asal Gorontalo yang selama ini menetap di Makassar.

Sementara itu, Ismail Patamani, yang saat ini masih berstatus sebagai Sekda Gorontalo Utara, adalah birokrat murni. Namun sebagai PNS yang pernah merasakan kepemimpinan Soeharto, tentu saja pernah menjadi kader Partai Golkar. Karena di masa itu, diwajibkan bagi para PNS untuk menjadi kader Partai Golkar yang kala itu masih bernama Golongan Karya.

Warna Partai Golkar juga sangat kental pada diri Indra Yasin. Di Partai Golkar, Indra memegang jabatan sebagai Wakil Ketua I DPD I Partai Golkar. Selain itu, Indra Yasin juga masih memegang pucuk pimpinan di ormas MKGR salah satu organisasi pendiri Partai Golongan Karya. Di pikada Gorontalo Utara 2008 silam, Indra Yasin maju sebagai Wakil Bupati berpasangan dengan Rusli Habibie sebagai calon Bupati yang diusung oleh Partai Golkar.

Namun pada Pilkada Gorontalo Utara 2013 dan tahun ini, Indra Yasin kembali ditinggalkan oleh partainya itu. Apakah di Pilkada tahun ini Indra Yasin akan kembali mempecundangi partainya itu?
ataukah Partai Golkar yang akan membuat sejarah baru dengan merebut kembali kemenangan di Pilkada Gorontalo Utara seperti pada pilkada tahun 2008 lalu? yang jelas kemenangan Partai Golkar pada Pilkada Gorontalo Utara 2008 silam adalah kemenangan Indra Yasin juga.(red)

BAGIKAN:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top