Daerah

Kodam XIII Merdeka Sukses Laksanakan Pam Kunjungan Presiden di Manado

TNI
personel Tni yang siaga mengamankan kunjungan presiden joko widodo di manado. (foto:leo)

SULUT,- Kunjungan Presiden Joko widodo, ke Manado Sulawesi Utara, pada Rabu (15/11) berjalan sukses dan lancar. Aparat sempat was-was terkait keamanan, lantaran empat hari sebelum kedatangan Presiden, aparat TNI dari jajaran Kodam XIII Merdeka menangkap lelaki berinisal DM warga lebak Banten, yang kemudian diserahkan ke densus 88 Mabes Polri.

Lelaki ini terindentifikasi sebagai pengikut ISIS, yang berniat ke Filipina melalui jalur perbatasan Sulawesi Utara.

Pasca penangkapan tersebut, pengamanan kunjungan Presiden di bawah Komando Kodam XIII Merdeka dilakukan super ketat. Mulai dari kedatangan Presiden beserta ibu dan rombongan Menteri, sampai pada hari-H pelaksanaan Kongres Gerakakan Mahasiswa Nasional Indonesia, yang dilaksanakan di Graha Gubernuran Sulawesi Utara, Pam Pengamanan dilakukan berlapis-lapis dengan kekuatan personil 2500 personil TNI dan gabungan.

Pangdam XIII Merdeka turun langsung amankan PAM RI 1.

Sekitar 11 route perlintasan rombongan Presiden, dijaga ketat, dan menjadi clear area. Anjing pelacak turut diturunkan, serta kendaraan anti huru harapun disiagakan untuk pengamanan.

Di lokasi kegiatanpun setiap tamu dan undangan serta peserta kongres, yang akan masuk, harus meninggalkan tas bawaan serta telepon gengam tidak diijinkan dibawa masuk. Orang-orang yang akan masukpun terbatas, dan harus memiliki pass masuk yang dikeluarkan oleh Intel Kodam XIII Merdeka, melalui penerangan Kodam XIII Merdeka.

Tidak hanya itu, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, turun langsung memantau pengamanan di lokasi, melihat dan mengecek kesiapan anggotanya di lokasi acara.

“Saya berkewajiban menjamin keamanan dan keselamatan pimpinan tertinggi kami, Bapak Presiden di Kota Manado ini. Hal apapun yang coba-coba merusak situasi, saat beliau dan rombongan berada di Manado, pasti kami tindak, oknum maupun kelompok tersebut. Anggota saya dari jajaran Kodam XIII Merdeka, yang dikoordinir Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Sabar Simanjuntak selaku Komandan satgas Pam Presiden, sudah menempatkan personil yang tangguh di titik-titik rawan, sesuai area sasaran. Dan saya bersyukur Alhamdulilah, akhirnya sampai pak Presiden kembali ke Jakarta, kondisi tetap kondusif.” tandas Mayjen TNI Ganip Warsito Pangdam XIII Merdeka.

Kesiapan aparat Kodam XIII Merdeka ini, terbukti saat puluhan mahasiswa asal Papua melakukan protes di lokasi kongres, dan berteriak dengan ganas, serta menantang ketua panitia untuk keluar. Kegaduhan di lobi Graha Gubernuran tak bisa terelakkan. Insiden ini terjadi, saat Presiden meninggalkan lokasi kongres usai membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dengan sigap Perwira Pemantau dari Kodam XIII Merdeka , yaitu Wakapendam Letkol infantri Vypi Amuranto Pranoto, yang didamping Komandan Koramil 1309-03, berhasil menenangkan dan mengarahkan puluhan mahasiswa yang melakukan aksi protes yang nyaris ricuh tersebut untuk tetap tenang dan tidak berbuat onar.

Wakapendam VYPI sedang menenangkan kelompok mahasiswa asal Papua yang protes.

Puluhan mahasiswa tersebut, memprotes lantaran kelompok mereka tidak turut diundang dalam kongres GMNI ke-20 ini. Mereka juga menolak, atribut, tas bawaan serta telepon gengam mereka disita aparat, meski dengan alasan protokuler, di lokasi Presiden berada.

Kongres GMNI ke-20 ini, hari ini memasuki hari kedua, dan akan bersidang sampai dengan tanggal 19 November mendatang. Dalam kongres ini, mereka akan merumuskan kalender kerja, serta tuntutan tuntutan ke pemerintah terkait pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, pemberantasan korupsi, penindakan terhadap organisasi terlarang, dan kelompok yang menjurus kepada makar. Dan sejumlah materi lainnya ikut dibahas.(LT)

EDITOR: Ansyela Carolina Tambayong

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top