Daerah

Sukseskan Festival Pesona Pulau Lembeh, Lantamal VIII Manado Turunkan Pasukan Hantu Lautnya

pesona pulau lembeh 2

SULUT,- Festival Pesona Pulau Lembeh, di Kota Bitung, Sulawesi Utara, hari ini 6 oktober 2017 digulirkan sampai dengan 10 oktober mendatang. Festival yang mengusung keindahan dan kekayaan laut Pulau lembeh yang ada di Kota Bitung ini, merupakan agenda tahunan dan dilaksanakan untuk memajukan pariwisata Kota Bitung.

Mengambil tempat di geladak buritan Kapal Republik Indonesia Multatuli, Festival ini secara resmi di buka hari ini, oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandow, dihadapan Kemendagri Gubernur IPDN Dr. Drs Ryedoniza Moenoek, serta dari kementian Pariwisata Reko Astuti, di hadapan Danlantamal VIII Manado serta Wadan Lantamal VIII Manado, beserta ketua Korcab VIII DJAT Ny Yuni Suselo.

Wali Kota Bitung Maximilian Lomban selaku tuan rumah, serta wakil wali kota Bitung Ir Maurits Mantiri selaku panitia teknis lapangan, berada di deretan para pejabat teras Sulut yang hadir, termasuk Aslog Kodam XIII Merdeka mewakili Pangdam, Para Bupati dan Walikota se-Sulawesi Utara yang jadi peserta festival. Juga terlihat jajaran Lantamal VIII Manado dan Kepolisian Polda Sulut juga hadir dalam pembukaan Festival pagi hingga sore tadi.

Tarian Kabasaran turut meriahkan Festival Pesona Pulau Lembeh.

Festival ini, merupakan festival tahun ke-27 dalam pelaksanaannya. Dan tahun ini, Lantamal VIII Manado, menurunkan full timnya, termasuk tim Pasukan Hantu Lautnya (sebutan untuk Pasukan dari Batalyon marinir Lantamal VIII Manado) untuk turut serta unjuk kebolehan dalam festival yang melombakan berbagai even terkait kelautan.

Terkait, bentuk suport full tim dan full dukungan alutsista dari Lantamal VIII manado dan jajarannya, Laksamana Pertama TNI Suselo selaku Danlantamal VIII Manado angkat bicara.

“Benar adanya kesatuan kami terlibat full dalam kegiatan ini. Saya menggerakan semua unsur yang ada di Lantamal VIII Manado, baik personil kami maupun alutsista kami untuk mensukseskan Festival Pesona Lembeh ini. Dengan tujuan agar masyarakat tau bahwa persenjataan TNI Angakatan Laut itu sudah mampuni sejak lama. Juga dengan adanya sailing pas Poros Maritim, lomba renang terbuka selat lembeh, lomba perahu hias, dan lomba Katinting perahu tradisional, yang banyak di sulawesi utara ini, sangat diharapkan menumbuhkan kecintaan masyarakat kita terhadap dunia kemaritiman indonesia.” jelas Jendral bintang satu di Angkatan Laut ini, dengan ramah.

Pasukan Marinir siaga disejumlah titik lokasi Festival.

Mulai hari ini juga, lanjut Laksma Suselo, di lokasi diadakan festival pesona pulau lembeh, yaitu di Satkamla Lantamal VIII Manado di Bitung, di buka area untuk umum dalam giat bertajuk naval base open day. “Juga ada kegiatan bertajuk Joy Sailing dimana masyarakat umum dipersilhakan berlayar dengan kapal kapal angkatan laut. Dan yang paling tak kalah menarik dan sudah pasti ditunggu tunggu momentum ini oleh masyarakat kita, yaitu kegiatan bertajuk Open Ship. Dimana Kapal KRI Multatuli – 561, dibuka untuk dikunjungi oleh masyarakat umum. Warga boleh masuk dan melihat lihat di dalam serta bisa berfoto ria. Tidak akan ada yang marah ataupun melarang sejauh kunjungan di atas kapal ini dilakukan dengan tertib dan menjaga aset aset yang ada di dalam kapal KRI dengan tidak merusaknya.” tandas Laksama Suselo dengan senyum khasnya.

Kapal milik TNI AL terbuka untuk umum selama pelaksanaan festival.

Festival Pesona Pulau Lembeh ini melibatkan semua unsur masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan kegiatan yang dilombakan untuk umum, ini juga diikuti oleh Tim Hantu Laut dari Batalyon Marinir Pertahanan Lantamal VIII Bitung.

“Iya anggota saya selain bertugas amankan area laut tempat festival dilaksanakan, mensiagakan anggota SAR Marinir untuk antisipasi insiden yang tidak diinginkan. Anggota saya juga ikut serta menyemarakkan festival ini dengan ikut serta dalam berbagai kegiatan yang dilombakan, diantaranya lomba perahu hias, lomba renang, mereka turut terlibat,” aku Letkol Marinir Arip Supriyadi selaku Danyon Marinir Pertahanan Lantamal VIII Bitung.

Sebelum perlombaan dimulai festival ini ini dimeriahkan dengan pentas budaya dari kelompok-kelompok tarian tradisional. Parade perahu hias yang diikuti oleh kapal Angkata Laut, kapal Kepolisian Polair Polda Sulut, kapal dari instansi pemerintah maupun swasta, dan kapal kapal yang mewakili Kabupaten maupun Kota yang ada di Sulawesi Utara serta kapal kapal milik nelayan.

Pasukan Marinir juga ikut dalam perlombaan berenang menyebrangi Selat Lembeh.

Usai parade kegiatan dilanjutkan lomba renang yang diikuti 51 peserta, start dari Pulau Lembeh dan finish di dermaga Satkamla Bitung. Kemeriahan ini akan berlangsung sampai tanggal 10 otober mendatang.

PENULIS: Anita C.T

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top