Daerah

Tarian Perang Kabasaran Pukau Ribuan Pengunjung Manado Fiesta 2017

tarian kabasaran
letkol armed toar yohanes piyoh saat memimpin pasukan penari kabasaran di pembukaan karnaval manado fiesta 2017.

SULUT- Festival Manado Fiesta 2017 yang digulirkan sejak 2 September dan akan berlangsung sampai 10 September mendatang mendapat apresiasi masyarakat dalam dan dari luar Sulawesi Utara. Berbagai even bertaraf Internasional turut menyemarakkan hajatan yang masuk dalam agenda pariwisata tahunan Sulawesi Utara ini.

Hari ini, Rabu (6/9) masyarakat Sulawesi Utara dan dari luar Sulawesi Utara kembali terpukau dengan Festival Budaya yang disuguhkan pada pagelaran Karnaval Manado Fiesta 2017. Apalagi karnaval ini dibuka dengan penampilan tarian perang Kabasaran yang dimainkan oleh 151 Anggota Kodim 1309 Manado, yang dipimpin langsung oleh Dandim 1309 Manado, Letkol Armed Toar Yohanes Piyoh.

Kabasaran

Ada yang berbeda dan unik dalam tarian perang kabasaran kali ini. Para penari yang jumlahnya mencapai seratus lima puluh satu orang ini menjadi jumlah terbesar penari kabasaran sejak tahun 1800-an.

Dalam catatan sejarah, tahun 1800 silam personil tarian perang kabasaran pernah mencapai 200 orang, semuanya dari keturunan tetua adat minahasa. Sehingga ini menjadi kali kedua penari kabasaran diperankan oleh lebih dari seratus penari sejak kurun waktu dua ratus tujuh belas tahun lalu.

Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito.

Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito.

Letkol Armed Toar Piyoh, Dandim 1309 Manado, yang menjadi tetua kepala suku dalam pertunjukan ini merasa terhormat dipercayakan oleh Tetua Minahasa untuk tampil bersama 150 anggota dari kodim 1309 manado yang diambil dari anggota Babinsa dan Koramil yang ada di jajaran Kodim 1309 manado.

“Waktu masih kecil saya pernah ikut ikuta berperan dalam tarian kabasaran ini. Kebetulan saya memang memiliki garis keturunan Tetua Minahasa, jadi saya diajari sejak kecil. Namun itu ketika saya masih kecil. Tetapi dalam bentuk kolosal massal yang dimainkan oleh 151 orang ini baru pertama kali, dan memimpin langsung baru kali ini. Ini semua dari prajurit dari Koramil dan Babinsa yang ikut. Bahkan bukan hanya orang Manado dan Minahasa saja yang terlibat dlm pasukan tersebut. Seperti yang kita ketahui ada anggota asal Jawa, Kalimantan, Sumatra, semuanya. Tapi kita menyatu, dan kita menjunjung kearifan lokal disini, seni budaya disini.” tandasnya.

Toar Piyoh juga mengaku, dirinya beserta anggota TNI-AD yang terlibat dalam tarian bersifat kolosal ini hanya berlatih selama tujuh hari saja.

“Latihan kami singkat waktunya, namun anggota tadi tampil total dan saya juga bisa maksimal, itu sebuah kebanggaan. Semoga budaya ini akan terus dipupuk dan diperkenalkan ke anak cucu kita,” ujar Piyoh dengan nada berharap.

Walikota Manado, Vecky Lumentut saat memberikan sambutan pada pembukaan karnaval Manado Fiesta.

Walikota Manado, Vecky Lumentut saat memberikan sambutan pada pembukaan karnaval Manado Fiesta.

Para pengunjung dari luar kota manado yang sengaja datang untuk menyaksikan Manado Fiesta 2017 ini, memberikan apresiasi kepada Tim Kabasaran Kodim 1309 Manado.

Salah satunya datang dari seorang pengusaha sukses Sasmiyarsi Samoyo Katopo. Menurut wanita yang sedang sibuk menulis buku tentang budaya dan tokoh perempuan minahasa ini, sebuah kebanggaan bisa menyaksikan langsung tarian perang kabasaran, yang dimainkan tadi, oleh aparat TNI-AD dari Kodim.

“hebat banget, saya apresiasi melihat mereka totalitas, saya sampai terhenyu melihat mereka melakoni tak kalah garang dengan para petarung Tetua Minahasa dulu. Saya sudah lama merantau diluar Sulawesi Utara, kembali ke kampung halaman ibu saya, seperti kembali melihat sisa sisa sejarah 1800, yang saat itu saya sendiri belum lahir ya.” cerita ibu ramah ini.

Jadi, lanjutnya, dari hanya dengar cerita orangtua saja, kini bisa lihat langsung, wah saya terbawa suasana. tadi itu kayak perang beneran. Ada deru, ada main pedang dan pekik kemenangan membuat saya dan para pengunjung terbawa suasana.

“Nilai plus-plus buat pak dandim manado ya, bung Toar Piyoh dan anggotanya. Semoga generai muda kita mencintai budaya kita dan melestarikannya.” tandasnya dengan senyum mengembang.

Empat hari kedepan, masih ada empat festival lainnya, yang akan menyemarakan manado fiesta 2017. Yaitu, parade pachuting paraglading, karnaval tradisional food, karnaval fun musik dan karnaval relegi yang ditutup dengan, thanks giving day, atau pengucapan syukur disemua wilayah yang ada di Kota Manado.

PENULIS: ANITA TAMBAYONG

EDITOR: Pratiwi Lintang

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top