Internasional

Pemimpin Ku Klux Klan Ancam Bakar 11 Juta Warga Imigran di Amerika Serikat

Ku Klux Klan
ilustrasi ku klux klan. foto: istimewa

NEW YORK- Ilia Calderon, jurnalis perempuan keturunan Afrika-Latin yang bekerja untuk Univision, sangat mengkhawatirkan keselamatannya setelah mewawancarai pemimpin Klu Klux Klan, Chris Barker.

Calderón tidak menyangka akan mengalami kejadian yang sangat mengejutkan dirinya saat mewawancarai pemimpin Ku Klux Klan, Chris Barker, di North Carolina, AS.

Saat mewawancarai Barker, Calderon tiba-tiba mendapat pertanyaan dari Barker yang sangat mengejutkan dirinya. Barker dengan nada sinis menanyakan kepada Calderon mengapa tidak segera kembali ke negara asalnya.

“Kami tak memiliki apa pun di Amerika, tapi kalian tetap saja membanjiri negara ini. Namun, kami akan mengusirmu dari sini. Tidak, kami akan membakar kalian”, ujar Barker.

Ilina Calderon. Foto: Image Source

Ilina Calderon. Foto: Image Source

Ketika Calderón bertanya kepada Barker, bagaimana caranya melenyapkan 11 juta imigran, Barker menjawab dengan pernyataan mencengangkan.

“Kami telah membunuh 6 juta Yahudi. 11 juta bukan apa-apa”, jawab Barker seperti yang dilansir oleh Independent.

Dalam wawancara tersebut, Barker mengklaim bahwa Klu Klux Klan adalah kelompok Kristiani yang sangat nasionalis dan bukan grup penebar kebencian. Ia juga tidak menganggap dirinya rasis.

Barker adalah Grand Wizard, sebutan pemimpin bagi kelompok itu dari faksi Loyal White Knights Klu Klux Klan yang berpartisipasi dalam demonstrasi sarat kericuhan ‘Unite the Right’ di Charlottesville, Virginia, beberapa waktu lalu.

Usai mewawancara Barker, Calderón mengaku bahwa ia tak menduga tingkat kebencian yang diterimanya.

“Tim ku mengatakan bahwa aku akan dihina, dan aku tau itu, tapi aku tak pernah membayangkan akan sampai sejauh ini”, ujarnya.

EDITOR: Wayan Agus Purnomo

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

<
loading...
To Top