Articles

Kisah Putra Konglomerat dari India yang Harus Hidup Miskin Selama Sebulan

Hitarth Dholakia
Hitart Dholakia, pewaris taipan berlian asal gujarat, India yang menjalani tradisi hidup miskin yang diterapkan keluarganya. foto: India Today

REPUBLIKPOS- Biasanya yang namanya anak dari seorang pengusaha yang kaya raya, sudah pasti akan menikmati kekayaan juga. Namun di Gujarat, India, ada satu keluarga pemilik usaha berlian memberlakukan sebuah tradisi unik bagi anak-anak mereka.

Hitarth Dholakia, salah satu putra dari taipan berlian dengan nilai kekayaan lebih dari 12 Trilyun Rupiah, diharuskan menjalani hidup seperti orang miskin dalam satu bulan. Hal itu dia jalani karena sudah menjadi tradisi dalam keluarganya.

Seperti yang dilansir dari India Today, setelah menyelesaikan pendidikannya di New York, Hitart kembali ke Mumbai pada pertengahan Juni silam. Alih-alih ingin menikmati waktu santai dengan keluarganya, Dia malah diperintahkan oleh orang tuanya untuk pergi ke Hyderabad untuk menjalani kehidupan seperti warga biasa di India.

Hitart pun hanya dibekali dengan modal 500 rupee atau sekitar 100 ribu rupiah.

“Saya tidak tahu soal kota ini, baik budaya dan bahasa. Tapi saya tidak khawatir, dengan 500 rupee disaku dan telepon, saya akan memulai hidup baru di Hyderabad” ucap Hitart kepada India Today.

Setiap pekan Hitart harus mencari pekerjaan baru untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu dia tidak diizinkan oleh keluarganya untuk menggunakan nama keluarganya, fasilitas, bahkan sangat dilarang untuk mengungkapkan identitas aslinya kepada orang lain selama menjalani kehidupan sebagai orang miskin di Hyderabad.

“Setibanya saya di Hyderabad saya langsung mencari pekerjaan, karena saya tidak punya uang”

“Saya juga harus tinggal di rumah singgah dan berbagi kamar dengan 17 orang lainnya” kata Hitart.

Hitart mengaku sangat beruntung karena berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan papan tulis dengan gaji 300 ribu.

Selain itu, Dia juga mengaku pernah bekerja disebuah restoran selama lima hari.

Selama empat pekan, Hitart berganti-ganti pekerjaan dan berhasil mengumpulkan uang sebesar 5000 rupee atau setara 1 juta rupiah.

Selama bertahun-tahun tradisi ini telah dijalankan oleh keluarga Dholakia dengan memerintahkan anak-anak mereka untuk menjalani kehidupan orang-orang biasa dan jauh dari kehidupan mewah.

Sebelumnya, Tulsi Bhai Dholakia, 31 tahun, juga dikirim ke Koci setelah lulus studi bisnis untuk mendapatkan pengalaman susah dalam hidup.

Dia sekarang diangkat sebagai Chief Executive Officer Hari Krishna Exports Pvt Ltd.

Savji Dholakia dan kelompok bisnisnya yang dikelola oleh 32 anggota keluarga, terkenal di India karena penghargaan bonusnya bagi pegawainya.

Tahun lalu, perusahaan tersebut telah memberi 400 rumah dan 1.260 mobil kepada sekitar 1.716 karyawan perusahaan sebagai bonus. Pada 2015, perusahaan tersebut telah menghadiahi 491 mobil dan 200 apartemen untuk para pegawainya.

Begitu pula pada 2014, perusahaan konglomerat di India ini menyumbangkan 491 mobil, mendanai 207 rumah susun dan perhiasan untuk 1.200 karyawannya.

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

<
loading...
To Top