Daerah

Garam Langka, Aliyah Temui Petani Garam Jeneponto

aliyah ilham dan petani garam
anggota komisi ix dpr ri, aliyah mustika ilham mengunjungi sentra produksi garam di jeneponto, minggu (6/8).

JENEPONTO– Masalah kelangkaan garam, terutama garam konsumsi mendapat perhatian serius dari anggota DPR RI fraksi Partai Demokrat, Aliyah Mustika Ilham. Ia pun berinisiatif menemui petani dan pedagang garam di kecamatan Bangkala, Jeneponto, Minggu (5/8).

Menurut legislator komisi IX yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja ini, kelangkaan garam di pasaran bisa berdampak negatif bagi kesehatan warga Indonesia.

Pasalnya, kata Aliyah, garam merupakan kebutuhan primer yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satu program gizi yang telah lama dilakukan di Indonesia adalah menambahkan yodium dalam garam (iodisasi) secara massal.

“Kalau kekurangan yodium akan menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti kerdil, IQ rendah, gondok, dan tingkat keguguran hamil semakin tinggi, jadi garam ini sangat penting karena mengandung yodium,” ucapnya.

Kelangkaan tersebut juga bisa berdampak pada perusahaan yang memproduksi garam beryodium jadi kolaps akibat kesulitan mendapatkan bahan baku.

“Bisa jadi akibat minim stok garam, maka perusahaan yang bergerak di bidang garam produksi jadi kolaps. Efeknya akan terjadi PHK,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Jeneponto merupakan salah satu sentra penghasil garam terbesar di Indonesia dengan luas area tambak garam aktif kurang lebih 600an hektar yang dapat menghasilkan garam sekitar 20 ribu ton setiap musim di daerah itu.

“Jeneponto ini terkenal dengan penghasil garam, sebagian masyarakatnya bermata pencarian petani garam. Kami mau Indonesia swasembada garam dan itu dimulai dari Jeneponto,” ujarnya.

Dari kunjungan tersebut ditemukan alasan utama kelangkaan garam yakni hujan yang masih sering turun meski sudah memasuki musim kemarau.

“Kadang-kadang masih turun hujan, air laut masih bercampur dengan air tawar, jadi agak susah ada garam,” kata Dg. Gassing, salah satu Petani Garam.

PENULIS: Hairil Ardiansyah

EDITOR: Pratiwi Lintang

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top