Internasional

Israel Tidak Akan Lepas Detektor Logam di Luar Kompleks Masjid Al Aqsa

Palestinians react following tear gas that was shot by Israeli forces after Friday prayer on a street outside Jerusalem's Old city
meski terus menuai aksi protes dari kaum muslim, israel bersikeras tidak akan membongkar detektor metal di jalur masuk ke kawasan masjid al aqsa.

TEL AVIV– Pemerintah Israel menyatakan akan mempertahankan detektor logam di luar kompleks Masjid Al Aqsa, meski tindakan pihak Israel tersebut telah memicu bentrok paling berdarah dengan warga Palestina selama puluhan tahun.

Menteri Pembanguna Regional Israel, Tzachi Hanegbi menegaskan hal tersebut usai mengikuti rapat dengan Kabinet keamanan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu malam (23/4) waktu setempat.

“Mereka (detektor logam) tetap dipasang. Para pembunuh tidak akan memberi tahu kita bagaimana menggeledah para pembunuh,” kata Tzachi Hanegbi, menteri Israel untuk pembangunan regional, kepada Army Radio.

“Kalau mereka (warga Palestinia) tidak mau masuk ke masjid, biarkan mereka tidak memasuki masjid.”

Seperti yang dilansir Reuters, terjadi beberapa bentrokan ringan antara jamaah Muslim Palestina dengan pasukan keamanan Israel di pintu masuk Kota Tua Yerusalem pada Minggu malam. Sumber-sumber medis Palestina melaporkan bahwa kejadian itu tidak menimbulkan korban cedera serius.

Peningkatan ketegangan, serta kematian tiga warga Israel dan dan empat warga Palestina dalam kekerasan pada Jumat dan Sabtu telah memicu kewaspadaan internasional dan mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan rapat pada Senin untuk mencari cara meredakan ketegangan di sana.

Insiden ini juga membuat Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengeluarkan pernyataan untuk menghentikan ikatan keamanan dengan Israel sampai pintu-pintu masuk dengan detektor logam menuju plasa Masjid Al Aqsa dibongkar.

“Kalau Israel ingin koordinasi keamanan dilanjutkan, mereka harus menarik kebijakan-kebijakan itu.” tegas Mahmoud Abbas.

Sementara itu Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan mengingatkan adanya potensi “kekerasan skala besar” yang kemungkinan terjadi di tepi Barat jika Abbas tak segera membantu mendinginkan situasi di kawasan tersebut.

Erdan mengatakan ada kemungkinan pihaknya akan menghentikan pemeriksaan menggunakan detektor logam bagi Muslim yang memasuki kompleks Al-Aqsa, dan akan mengganti sistem pengawasan tersebut dengan sejumlah alternatif seperti pengerahan polisi Israel di pintu-pintu masuk dan pemasangan kamera CCTV dengan teknologi pengenalan wajah.

“Lagi pula, banyak jamaah yang dikenal polisi, pengunjung tetap, dan orang-orang yang sangat tua dan sebagainya, dan kami disarankan menghindari pemasangan seluruh detektor logam ini,” kata Erdan kepada Army Radio, menyatakan bahwa satu-satunya pembuat masalah mungkin pelaksanaan pemeriksaan ekstra.

Namun sistem pengamanan pengganti semacam itu menurutnya belum siap, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

EDITOR: Muh. Abu Faiz

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

<
loading...
To Top