Opini

Smart City “prestasi atau prestise”

smart city

Smart City “prestasi atau prestise”

(Surat Terbuka & Catatan di 3 Tahun Kepemimpinan Madu)

Oleh: Hadi Taha (Ketua KNPI Kota Gorontalo)

Oleh: Hadi Taha (Ketua KNPI Kota Gorontalo)

Angka dua adalah angka yang dianggap unik karena disinilah tepat 2 juni 2014 silam, Kota Gorontalo resmi memiliki nahkoda baru yang akan membawa gagasan, harapan, dan semangat yang baru pula.

Berbekal semangat itulah rakyat Kota Gorontalo saat itu tumpah ruah di jalan-jalan, merayakan kemenangan atas terpilihnya pemimpin baru yang membawa asa yang selama ini seperti tak pernah terpenuhi. Kala itu, berbagai media, baik koran, majalah serta radio dalam kurun waktu beberapa minggu terus dibanjiri dengan ucapan kesuksesan serta doa agar kepemimpinan yang baru mampu berjalan dengan baik sesuai dengan titah perjuangan yang telah dicetuskan bersama pada saat kampanye.

Saat itu nahkoda Kota Gorontalo ini kita kenal dengan sebutan pasangan Madu (Marten Taha-Budi Doku) yang kemudian melalui proses yang begitu panjang oleh rakyat Kota Gorontalo diputuskan dan di tetapkan menjadi pemimpin Kota Serambi Madinah selama 5 tahun kedepan.

Bila dihitung mulai sejak dilantik hingga hari ini 13 Juni 2017, maka usia perjalanan pemerintahan Madu sudah berusia 3 tahun 11 hari. Banyak nostalgia yang telah dialami. Dari jalan yang beliku dan melewati berbagai kerikil didalam pemerintahan hingga cerita suka duka perjuangan serta euforia kemenangan telah dilalui bersama yang kelak akan melahirkan satu gagasan baru yaitu “Smart city” dan 8 program unggulan yang telah menjadi janji politik saat pemilu kala itu.

Sedikit menoleh perjalanan pemerintahan, program smart city dan 8 program unggulan kala itu menurut penulis, belum terlalu dipahami warga, bahkan saat itu bertepatan bulan Ramadhan di tahun 2014, program Smart City disosialisasikan melalui Festival Tumbilotohe. Namun kala itu rakyat banyak belum terlalu paham, sehingga pengertian dari smart city itupun dianggap tumbilotohe karena tertulis pada lampu berbentuk lampion yang dibungkus dengan kertas berwarna yang bertuliskan Smart city Tumbilotohe.

Hal ini membuat Pemerintah Kota Gorontalo mengambil langkah dan upaya untuk kembali mengsosialisasikan dan memberikan pemahaman terhadap visi dan 8 program unggulan ini.

Saya penulispun berkesimpulan dalam presfektif pribadi Smart city adalah konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai hal kegiatan masyarakat, terutama dalam upaya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien, serta memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat.

Tak hanya itu saya pun menjabarkan Smart city dalam beberapa Fase;

Fase awal yaitu fase pembentukan Fondasi awal perencanaan, pembagunan yang mengarah pada konsep smart city, baik rencana jangka pendek, menegah, dan jangka panjang.

Fase kedua , adalah fase sumber daya manusia “aparatur pemerintahan yang berkulitas dalam artian bermental melayani bukan untuk dilayani dan senantiasa turun menggali informasi terkait keluhan warga dan sebagainya.

Fase ketiga, adalah fase dimana pemerintah menyiapkan anggaran pembagunan infrasturuk penunjang yang bermuara pada perwujudan program smart city.

Fase ke-empat, adalah fase action, yang semuanya perwujudan agenda program yang telah disusun melalu RPJMD serta sejumlah perencanaan lainnya yang telah mempunyai mekanisme secara berunut dan telah dixatur melalui mekanisme program secara Nasional dan ada rambu-rambunya tersendiri.

Pertanyaanya sudah terwujudkah Agenda Program Smart City dan ketercapaian 8 Program Unggulan Yang pernah dicita-citakan oleh pasangan Madu? atau baru sebatas membentuk dan mengejar prestasi? Bila kita ingin menderetkan prestasi pemerintah Kota Gorontalo, ada banyak prestasi yang sudah diraih pada 3 tahun pemerintahan Marten Taha dan Budi Doku.

Beberapa prestasi yang sepengatahuan saya (Penulis) diantaranya Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksaan Keuangaan yang diraih selama 3 tahun berturut-turut. Naiknya Indeks Pembagunan Manusia Kota Gorontalo pada Level 74,43%, yang hal ini jauh melampaui capaian pemerintahan sebelumnya. Laporan Akuntabilitas kinerja Instansi pemerintah dengan nilai B bahkan tahun 2016 meningkat A. Berhasil meningkatkan Mutu dan Kualitas pendidikan 2015, hal ini dibuktikan dengan diraihnya Penghargaan Ki Hajar Dewantara. Penghargaan Adipura, kemampuan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Trade Tourism And invesment berbasis pengelolaan lingkungan Hidup (Atractive City), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Award dari BPJS Pusat, Sekolah Berbudaya Mutu , Pengeloaan Bos, KPK Award Dalam Bidang Laporan Hasil Kekayaan Penyelegara Negara (LHKPN), dan predikat sebagai kota berkinerja terbaik tertinggi nasional (Otda) yang diberikan oleh Mentri Dalam Negeri (Tjahyo Kumolo).

Sederet prestasi ini mengambarkan betapa banyak prestasi yamg telah diraih oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Pertanyaannya lagi, apakah prestasi ini dapat mengubah wajah Kota Gorontalo dan serta merta dapat menjawab keluhan warga kota Gorontalo? Hal ini menjadi problematika pemerintahan. Sejak dulu hingga kini jawaban itu saya rasa belum cukup untuk dapat menyelesaikan sederet masalah yang sudah bertumpuk. Namun setidaknya Kota Gorontalo dimata orang telah berubah menjadi lebih baik dan moderen.

Sebagai warga Kota Gorontalo sayapun memiliki kebangaan karna Kota yang kita cintai ini bisa selevel dengan berbagai daerah yang sudah lama terbentuk. Perubahan yang dibawa oleh nahkoda Kota Gorontalo saat ini telah merubah berbagai opini tentang daerah kita yang dulu terbilang minim prestasi.

Kembali ke Smart City. Smart City adalah sebuah gagasan besar. Gagasan ini menggambarkan harapan dan cita-cita dari penggagasnya. Saya (penulis) paham jika untuk mewujudkan hal ini butuh kerja ekstra serta waktu yang tidak sebentar. Namun saya (penulis) optimis, dengan spirit luar biasa yang selama ini diperlihatkan oleh sosok Marten Taha yang tidak pernah berhenti dalam berjuang dalam menggapai impiannya untuk mewujudkan Kota Gorontalo menjadi Smart City (Kota Pintar).

Dari namanya “Smart City” kita tentu sudah paham jika hal ini tidak jauh dari pengertian Smartphone (telepon pintar). Ada ungkapan yang menarik bagi saya (penulis) yaitu “smartphone for smart people”, yah benar ponsel cerdas itu dapat berguna bagi mereka yang tahu (cerdas) dalam menggunakannya. Orang awam biasanya hanya akan menggunakan peranti tersebut hanya untuk media sosial atau berselfie ria selain daripada fungsi utamanya sebagai alat komunikasi. Namun bagi mereka yang sudah smart, smartphone adalah sebuah alat portable yang dapat digunakan dalam berbagai hal (tools), baik itu komunikasi, fotografi, penyimpanan dokumen, maupun menyunting segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Saya rasa hal ini tidak jauh dari program Smart City yang kini menjadi salah satu program andalan dari pemerintah Kota Gorontalo. Dimana keinginan pemerintah yang ingin menjadikan Kota Cerdas yang menjadi tempat bernaung para warga yang cerdas pula, dimana segala sesuatu bisa didapatkan dengan mudah, baik itu akses informasi, pelayanan, pendidikan, keamanan, fasilitas, dan lain sebagainya.

Pemimpin Kota kita memang bukan seorang Superman, tetapi dia adalah sosok yang bisa menghimpun para “superman” untuk bergabung menjadi sebuah “supertim” demi menggapai impian membangun sebuah “kota super”. Diluar semua itu, sebagai manusia perlu kita hargai apa yang telah beliau patrikan untuk Kota Gorontalo.

Msih panjang perjalanan dan cerita tentang kota kita, minimal prestasi dan sejumlah prestise ini akan membuat kebanggaan bagi para penerus dan anak cucu kita kelak serta menjadi itibar bagi siapapun yang akan mengantikan ataupun melanjutkan kepemimpin kota setelah Marten Taha Dan Budi Doku.

Sayapun pribadi berpikir bila suatu saat nanti ada kepemimpinan baru, harus bisa melampui sederet prestasi yang telah ditorehkan oleh duet kepemimpinan ini. Penulis juga mengajak kita semua untuk mendoakan semoga kota kita semakin baik dan duet pasangan Marthen Taha dan Budi Doku bisa menjalani serta menuntaskan program yang telah menjadi janji kampanye politik.

Selamat 3 Tahun kepempinan Marthen Taha-Budi Doku, teruslah benahi kota kita yang tercinta, mari kita jaga dan cintai Kota Gorontalo rumah besar kita, rumahnya Rakyat Gorontalo dan kebangaan kita Semua.

EDITOR: Pratiwi Lintang

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top