Hitory Of The Day

Ray Charles Robinson Berpulang

REPUBLIKPOS_RAY CHARLES

REPUBLIKPOS– Tepat 13 tahun lalu, Ray Charles Robinson, pioner musik soul dunia meninggal dunia diusia 73 tahun. Penyanyi yang populer dengan nama “Ray” ini didiagnosis menderita sakit Liver/hepatitis.

Ray Charles terlahir dengan nama Ray Charles Robinson pada 23 September 1930 di Albany, Georgia, Amerika Serikat. Sebagai musisi, Ray dikenal sebagai salah satu pelopor genre musik Soul yang menggabungkan Rhythm n’ Blues, Gospel dan Blues. Gaya musiknya sangat dipengaruhi oleh nama-nama besar di dunia Jazz kala itu, seperti Art Tatum, Nat King Cole, Louis Jordan, Charles Brown, dan Louis Armstrong.

Ray memiliki peran besar bagi musik dunia dan terutama perjuangan ras kulit hitam di masanya. Bahkan Ray dinobatkan oleh majalah Rolling Stone sebagai salah satu artis yang masuk dalam jajaran ‘100 Greatest Artists of All Time’ di tahun 2004 dan peringkat ke-2 untuk ‘100 Greatest Singers of All Time’ di tahun 2008.

Satu hal yang luar biasa, Ray adalah salah satu musisi dunia yang mengalami disabilitas. Ray diketahui mengalami kebutaan sejak kecil.

Lahir dan besar dari keluarga petani yang tinggal di kawasan kulit hitam yang miskin di Greenville, Florida, Ray tumbuh dengan didikan yang sangat religius. Apalagi ibunya (Aretha) selalu mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya. Saat berusia 4 tahun, Ray kehilangan salah satu adiknya, yaitu George, yang terjatuh ke dalam bak yang berisi air panas gegara kala itu Ray lalai saat menjaganya. Hal itu kemudian membawa trauma tersendiri bagi Ray sepanjang hidupnya.

Kontroversi

Selama perjalanan karirnya, Ray memiliki dua kebiasaan buruk yaitu kebiasaan menggunakan obat-obat terlarang. Bahkan dikabarkan, Ray sudah menggunakan obat-obatan terlarang sejak berusia 16 tahun. Kebiasaan buruk lainnya Ray adalah suka gonta-ganti pasangan.

Pada tanggal 14 November 1961 Ray ditangkap Polisi di sebuah kamar hotel Indiana. Ketika itu Ray sedang bersiap-siap untuk melakukan konser. Polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti Heroin, Marijuana dan lainnya.

Kejadian itu membawa dampak positif bagi Ray, karena insiden itu telah membuatnya memutuskan untuk berhenti menggunakan obat-obatan terlarang. Pada tahun 1966 Ray resmi meninggalkan dunia drugs, setelah menjalani rehabilitasi di St. Francis Hospital Lynwood, California selama 5 tahun.

Editor: Wayan Agus Purnomo

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

loading...
To Top