Articles

Apa Itu Go Green?

2017-05-17_13012

Apa yang dimaksud dengan kampanye Go Green? Banyak orang yang mendefinisikan Go Green adalah kampanye penghijauan, sementara banyak juga yang mengartikan Go Green merupakan suatu ajakan atau upaya yg dilakukan untuk menyelamatkan dan melindungi bumi dari bahaya global warming, di antaranya adalah polusi ataupun global warming seperti yang disebabkan karena kurangnya popohonan, Ruang Terbuka Hijau, yang sebenarnya mempunyai peran besar untuk menyerap c02 di udara. Diperlukan penghijauan kembali selain gaya hidup kita yang ramah lingkungan seperti hemat listrik, hemat bahan bakar dan lain sebagainya.

Isu pemanasan global dan perubahan iklim terus menjadi perhatian dunia, penyebab meningkatnya pemanasan global adalah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer yang sebagian besar merupakan akibat dari aktivitas manusia itu sendiri, diantaranya yaitu makin maraknya penebangan pohon atau hutan yang dilakukan secara tidak terencana, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, ataupun meningkatnya aktivitas manusia seperti aktivitas rumah tangga, kantor, rumah sakit, sekolah, kampus dan industri. Berbagai fenomena alam yang cenderung mengalami penyimpangan seperti iklim yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, banjir, kemarau berkepanjangan dan musibah alam lainnya banyak dikaitkan dengan isu pemanasan global tersebut.

Linggo R. Demolingo

Linggo R. Demolingo

Go Green adalah konsep yang sangat relevan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Konsep Go Green atau kembali ke alam dengan memperhatikan kondisi lingkungan, sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan mengurangi ancaman pemanasan global. Dengan kata lain, upaya mengurangi ancaman global warming salah satunya dengan memulai kehidupan yang Go Green, Misalnya melakukan penanaman pohon, memilah sampah, proses penyadaran pada level masyarakat, anak sekolah ataupun mahasiswa yang kelak akan membawa konsep Go Green pada pengabdian masyarakat, melestarikan keanekaragaman hayati, menciptakan ruang terbuka hijau yang bisa menjadi ekowisata dan ramah terhadap lingkungan yang kesemuanya itu sangat bermanfaat untuk mengurangi emisi karbon ke atmosfer. Dalam melaksankan Go Green perlu ada pembaruan pikiran dan perbuatan konkrit untuk mengintegrasikan kehidupan dengan kesadaran lingkungan yang terencana guna mengantisipasi perubahan iklim dimasa sekarang dan akan datang.

Belum lama ini kegiatan optimalisasi Go Green pada Ruang Terbuka Hijau yang digagas oleh Ivana R. Butolo sebagai peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Provinsi Gorontalo perlu diapresiasi, dimana kegiatan ini merupakan kegiatan diklat yang berorientasi pada lingkungan hidup perkotaan.

Seorang aparat dari Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ivana R. Butolo yang sudah memulai dan mengkampanyekan ruang terbuka hijau di kota gorontalo menjadi hal yang tidak biasa dilakukan bagi seoarang ASN, sehingga hal ini perlu di dukung oleh semua elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hidup, dimana berbagai program dan kegiatan pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) telah dapat dijumpai pada beberapa sudut kawasan perkotaan khususnya di Provinsi Gorontalo, baik yang sudah di pelopori oleh beberapa komunitas kota hijau maupun oleh para praktisi lingkungan seperti Rahman Dako dan kawan-kawan. Tapi sayang masih banyak beberapa diantaranya memerlukan penyesuaian dan peningkatan keterlibatan dari semua pihak secara komprehensive sesuai kapasitas perannya masing-masing. Kalau kita lihat dalam UU No.26 Tahun 2007, secara teoritis, yang dimaksud dengan ruang terbuka (open spaces) adalah ruang yang berfungsi sebagai wadah (container) untuk kehidupan manusia, baik secara individu, maupun berkelompok, serta wadah mahluk lainnya untuk hidup dan berkembang secara berkelanjutan. Ruang terbuka (open spaces), Ruang Terbuka Hijau (RTH), Ruang publik (public spaces) mempunyai pengertian yang hampir semuanya sama. Ruang terbuka (open spaces) merupakan ruang yang direncanakan karena kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama di udara terbuka. Sementara menurut PerMen PU No.5/PRT/M/2008, yang dimaksud dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Sedangkan Ruang Terbuka Non Hijau adalah ruang terbuka di wilayah perkotaan yang tidak termasuk dalam kategori RTH, berupa lahan yang diperkeras maupun yang berupa badan air. Dari aturan yang ada ini Aparatur Sipil Negara, Ivana R Butolo dan beberapa komunitas, baik pencinta lingkungan dan akademisi, telah mengambil bagian dalam mewujudkan suatu kota yang ramah lingkungan dan juga bisa menjadi insfirasi yang perlu untuk ditularkan kepada khalayak yang tinggal di perkotaan.

Pemerintah beserta stakeholder lainnya perlu menghimpun semua potensi terhadap biodiversity dan kelestarian lingkungan menjadi suatu konsepsi pembangunan sehingga bisa mewujudkan kualitas ruang terbuka hijau yang kondusif, nyaman dan edukatif bagi masyarakat.

Go Green semestinya merupakan refleksi dari penghayatan kita terhadap ekosistem di mana kita hidup. Agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan berkesinambungan atau lestari, maka proses pembangunan itu harus memenuhi kaidah-kaidah ekologis alam dan lingkunganya secara menyeluruh.

Penulis: Linggo R Demolingo

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top