Nasional

LBH Masyarakat Desak Pembebasan Fidelis Ari

LBH MSYRTK
konferensi pers lbh masyarakat terkait kasus fidelis ari

JAKARTA– Kasus yang menimpa, Fidelis Ari Sudarwoto, karena menanam ganja demi pengobatan mendiang istrinya, Yeni Irawati, kini menjadi sorotan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat yang berkedudukan di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (2/4) menggelar konferensi pers terkait kasus yang menimpa PNS asal Sanggau, Kalimantan Barat itu.


Dalam pernyataannya, Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat, Yohan Misero, mengatakan, bahwa seharusnya BNN harus lebih humanis lagi dalam menindak lanjuti sebuah kasus narkoba. Menurutnya, kasus yang menimpa Fidelis seharusnya ada kebijakan khusus dari BNN sebagai lembaga penegak hukum khususnya narkoba.

“Harusnya mereka (BNN.red) lebih bersikap humanis terhadap kasus ini, penahanan dan penyitaan barang bukti ganja yang ditanam oleh fidelis telah berdampak pada kematian istrinya. Ditambah lagi dengan penahanan dirinya, anak dari tersangka bisa dikatakan kini sebatang kara. Jika diteliti lebih dalam, tidak ada niat jahat dari saudara Fidelis Ari dalam kasus ini, tanaman ganja yang dia tanam itu murni untuk pengobatan istrinya, bukan untuk disalahgunakan,” kata Yohan.

Untuk itu, Yohan Misero, bersama dengan sejumlah aktivis dari lembaga lainnya seperti Lingkar Ganja Nusantara (LGN) dan Yayasan Sativa Nusatara meminta kepada Presiden RI Joko Widodo, DPR-RI, Kepala BNN, Kejaksaan Agung, dan Menteri Kesehatan, agar meninjau kembali kasus hukum yang kini menjerat Fidelis Ari Sudarwoto, dan sebisanya untuk menghentikan penyidikan terhadap kasus tersebut.

Selain itu, ketiga lembaga ini juga meminta agar negara membuka kesempatan bagi penelitian terhadap zat dan tanaman di golongan 1 narkotika dengan memprioritaskan ganja demi hak atas kesehatan rakyat Indonesia.


Diketahui, sebelumnya Fidelis Ari ditangkap oleh BNN setelah kedapatan menanam ganja di halaman rumahnya sebanyak 30 batang untuk pengobatan istrinya, Yeni Riawati, yang diketahui menderita Syringomyelia yakni penyakit langka di mana tumbuh kista pada sumsum tulang belakangnya.

Segala cara sudah ditempuh oleh Fidelis dan sang istri untuk memperoleh kesembuhan, mulai dari usaha medis hingga alternatif, namun upaya tersebut tidak ada yang membuahkan hasil. Namun, pada satu kesempatan Fidelis melakukan browsing internet dan menemukan web yang dirasa bisa membantu. Dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang cukup baik, Ia mendapatkan informasi bahwa penyakit yang diderita istrinya bisa diatasi dengan ganja.

Dari beberapa informasi yang berhasil dihimpun, ayah dua anak tersebut pun akhirnya nekat menanam ganja. Fidelis juga meracik sendiri obat berbahan baku utama ganja untuk istrinya. Setelah mengkonsumsi obat tersebut, terbukti bahwa istrinya menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Yang semula susah tidur, setelah mengkonsumsi racikan ganja pun jadi lebih nyenyak, nafsu makan meningkat, buang airnya juga lancar. Yeni yang selama sakit tidak mau bicara juga mulai mau bercerita pada orang di sekelilingnya. Pihak keluarga pun optimis jika Yeni bisa sembuh dari sakitnya.

Kondisi membaik tersebut rupanya tak bertahan lama. Sebab, pengobatan tak bisa terus dijalani karena Fidelis ditangkap BNN dan harus mendekam di penjara. Selang beberapa waktu kemudian, Yeni Riawati akhirnya meninggal dunia saat sang suami masih mendekam di dalam sel tahanan. (*/)

Penulis: Prihandoko Jakob
Editor: Pratiwi Lintang

BAGIKAN:
alterntif text
SPONSORED STORIES
loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top