Nasional

Ini Nama Kawasan Wisata Indonesia yang Sumbang Rp3,5 Triliun

Kalderatoba

YOGYAKARTA – Selama tahun 2016, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada enam goepark di Indonesia menyumbang devisa ke negara sebanyak Rp 3,5 triliun. Untuk itu, ke depannya, ESDM menargetkan 20 kawasan lainnya akan menjadi goepark berskala nasional.


Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, menjelaskan, pendapatan itu adalah hasil dari kunjungan wisatawan hingga akhir tahun. Data nasional menunjukkan, tingkat kunjungan wisatawan ke geopark mencapai 624.493 untuk pelancong domestik dan 642.000 orang kunjungan mancanegara.

“Data ini kita dapatkan dari empat kawasan geopark nasional, yaitu Kaldera Toba, Merangin Jambi, Ciletuh-Pelabuhan Ratu, dan Rinjani. Kemudian dari dua kawasan geopark global di Gunung Batur, Bali, dan pegunungan Seribu yang terbentang di tiga kabupaten selatan Jawa,” jelas Ego saat ditemui usai rapat koordinasi pengembangan geopark di Yogyakarta baru-baru ini.

Menurut Ego, saat ini Indonesia termasuk 40 negara yang memiliki goepark. Dari 120 kawasan geopark yang ada, khusus Asia Tenggara hanya ada empat geopark berskala nasional, dimana dua dimiliki Indonesia dan dua lainnya berada di Malaysia serta Vietnam.


“Selama ini keberadaan geoparkan lebih banyak dimanfaatkan sebatas pada penambangan dan kegiatan wisata alam. Ke depan, Kementrian ESDM akan meresmikan 20 titik kawasan geopark lagi berkala nasional,” lanjut Ego.

Sementara itu, General Manager Goepark Gunung Sewu yang meliputi Gunungkidul (DI Yogyakarta), Wonogiri (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur), Budi Martono, menyatakan bahwa masih terjadi ketimpangan dalam hal pariwisata.

“Pengembangan geopark menjadi kawasan pariwisata di Gunungkidul lebih maju dibandingkan dengan dua kabupaten lainnya. Kondisi ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengelola geopark menjadi kawasan wisata sudah ada,” jelasnya.

Selama ini geopark yang berada di selatan Jawa ini lebih banyak ditambang, tapi saat ini pihaknya sudah melakukan pemetaan mana kawasan yang boleh dan tidak untuk dilakukan penambangan.

“Saya rasa komunikasi yang terjadi tidak akan menemuk kendala berarti, sebab ada kesamaan kultur masyarakat di tiga kabupaten tersebut,” pungkas Budi.

Sumber: Gatranews

BAGIKAN:
alterntif text
SPONSORED STORIES
loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top