Film

Film Pamanca Bakal Ramaikan Industri Layar Lebar Tanah Air

Pamanca

MAKASSAR – Film karya sineas Makassar Pamanca dalam waktu dekat bakal ramaikan industri layar lebar tanah air. Film Pamanca berkisah tentang bela diri silat masyarakat Sulsel ini. Pamanca’ dikenal dengan atraksi-atraksi yang cukup ekstrim, seperti kebal dengan senjata tajam hingga perkelahian dengan badik dalam satu sarung (sitobo lalang lipa’).

Menurut Eksekutif Produser film Pamanca’, film ini terinspirasi dari budaya dan sejarah sosial masyarakat Sulawesi Selatan yang nyaris dilupakan. Film garapan Rafindo Galesong ini, juga berkisah seorang para prajurit pemberani atau tobarani pada jaman penjajahan Indonesia oleh Belanda, dengan segala keberaniannya menyelesaikan pertarungan dan penyelamatan.

“Kita akan mengambil latar cerita tahun 1800an,” kata Eksekutif Produser ‘Pamanca’ The Movie’, Muhammad Basir alias Den Raffy, saat berbincang dengan sejumlah jurnalis di Kafe Labobar, Jl Toddopuli Makassar, baru-baru ini.

Den Raffy mengatakan, beberapa latar dari fl ini menyentuh perang kerajaan-kerajaan di sejumlah daerah di Sulsel. Seperti kerajaan Pangkep, Bone dan lain-lain. Karena itu, lokasi pengambilan gambar nanti berada di beberapa kabupaten. “Lokasi syuting kita berada di beberapa daerah nanti. Seperti Takalar, Jeneponto, Bone, Maros, Tana Toraja, dan Makassar,” ujar putra daerah Galesong, Kabupaten Takalar ini.

Den Raffy juga membeberkan bila film ini bergenre kolosal akan diproduksi dengan menggunakan efek film dan dilengkapi kamera dan pendukung lainnya yang mumpuni seperti film-film kolosal berkelas Lord of The Ring.

Meski masih enggan menyebut nama artis dan aktor yang akan dilibatkan, namun ia mengatakan artisnya grade A atau level A nasional. “Jackie Chan juga ikut kita ajak. Insya Allah, berdoa saja, dukung kami,” bebernya.

Soal Jackie Chan, kata Den Raffi, dirinya mengatakan memang sangat tidak mudah untuk melibatkannya apa lagi untuk bayaran. “Soal bayaran pastilah kami angkat tangan. Tapi untuk memajukan perfilman, mudah-mudahan ia ikut bermain sama kita,” bebernya.

Den Raffy optimistis bahwa produksi film budaya dan sejarah ini akan diminati, tidak hanya di Sulsel, tapi juga seluruh Indonesia. “Film-film produksi Makassar mengalami trend positif,” ujarnya, sambil menjelaskan bila film ini sudah mulai disiapkannya sejak 10 tahun lalu.

Sementara penulis skenario ‘Pamanca’ The Movie’, Barnadi Zakaria, mengatakan, garapannya nanti adalah film fantasi sejarah seperti lord of the ring, kisah romatis seperti film Habibie-Ainun, Tenggelamnya Kapal Van Der Wick dan action seperti film-film master silat. “Kami didukung oleh kamera yang mumpuni untuk itu, ” tambahnya.

Menurutnya film Pamanca’ ini sebenarnya tak lepas dari latar belakang sejarah di Sulsel, namun pihaknya berupaya untuk menghidari perdebatan panjang soal sejarah. “Jadi film juga fantasi sejarah. Kami juga nantinya ingin menghindari perdebatan soal sejarah Pamanca, ” ujarnya.

Dia juga membeberkan sedikit bocoran filmnya. Seperti pertarungan tobarani di atas perahu penjajah Belanda yang dipenuhi efek untuk menunjukan aktor utama yang seperti kebal peluru. “Salah satu golden scene kita adalah sitobo lalang lipa,” bebernya lagi.

Pamanca’ sendiri, kata dia, bikan melulu pekelahian atau kekerasan. Tapi, secara filosofis pamanca adalah bagaimana menjadi manusia. “Ada makna filosofis dibaliknya, ” kata calon Doktor di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar ini. (*/)

Editor: Muhamamd Abu Faiz

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

<
loading...
To Top