Khazanah

Kriteria Pemimpin Dalam Islam, Seperti Apa?

pemimpin-dalam-islam

Pemimpin Dalam Pandangan Islam – Agama Islam mengajarkan kepemimpinan bertujuan untuk menegakkan agama dengan melaksanakan syariat Islam dan memenuhi kemaslahatan umat (Muhd Salim Al Awwa:2001). Maka, dalam Islam, kepemimpinan merupakan sarana untuk mencapai tujuan kebaikan umat.

Syamsudin Muir, pernah menulis artikel yang diterbitkan Harian Republika berjudul ‘Kriteria Pemimpin Dalam Islam’, ia menulis bahwa tujuan mulia kepemimpinan itu tidak akan bisa tercapai, jika pemimpin tidak memenuhi kriteria atau syarat yang telah digariskan agama.

Sementara dalam buku, berjudul al-Ahkam al-Sulthaniyyah yang ditulis oleh Imam al-Mawardy, memaparkan syarat seorang pemimpin negara. Di antaranya, pemimpin itu memiliki ilmu pengetahuan. Pemimpin bukan saja piawai dalam mengatur negara, tapi juga berpengetahuan luas tentang agama. Itulah yang diajarkan Islam.

Berikut empat kriteria pemimpin dalam Islam:

1. Mukmin, seorang pemimpin akan membela agama Islam. Maka, tidaklah mungkin seorang pemimpin yang berasal dari agama yang berbeda bisa membela agama yang tidak ia fahami. Bagaimana mungkin ia akan memperhatikan ajaran-ajaran Rasulullah, jika ia adalah orang yang tidak percaya akan kenabian Muhammad SAW.

2. Adil, pemimpin haruslah seorang yang adil dalam bersikap dan menerapkan hukum dan peraturan kepada siapa pun tanpa membeda-bedakan kelompok atau kalangan manapun. Tidak mengistimewakan kalangan tertentu dan mengucilkan yang lainnya seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para khulafaur rasyidin.

3. Amanah, seorang pemimpin harus amanah terhadap janji-janjinya. Amanah dalam mengemban tugas, mengatur kekuasaan, serta amanah menjalankan hak dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin.

4. Kuat, pemimpin harus kuat secara fisik, mental, dan pikiran. Hal ini penting agar kekuasaan tersebut berjalan dengan lancar. Ia tidak mudah jatuh sakit dan lemah, sebab hal ini akan menjadikannya tidak fokus dalam menjalankan kekuasaan. Ia juga tegas dalam bersikap, agar tidak dipermainkan oleh rakyatnya. Namun tidak semena-mena mempergunakan kekuatannya.

Sebagaimana Khulafa’ al-Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali), mereka pemimpin juga ulama. Pemimpin negara juga mesti sehat panca indra, anggota tubuh, punya pemikiran (visi dan misi) yang jelas, serta berani dan tegas dalam bertindak. Namun begitu, ada syarat yang sering terlupakan dalam menjaring para kandidat pemimpin sebuah negara. Seorang pemimpin negara itu mesti seorang yang adil (al-Imam al-Adil).

Jabir Qamihah dalam bukunya, al-Mu’aradhah Fi al-Islam, menjelaskan, pemimpin adil ialah pemimpin yang adil pada dirinya (takwa), dan adil dalam menjalankan amanah kepemimpinan (al-Nisa’: 58). Adil pada dirinya (takwa) ialah pemimpin yang dekat kepada Tuhan, dirinya terhindar dari perbuatan dosa, memiliki sifat wara’ yang tidak terobsesi mengejar kepentingan dunia, dan dapat dipercaya dalam memegang amanah kepemimpinan. Dan, adil dalam kepemimpinan itu juga menghendaki adil dalam aspek sosial (keadilan sosial) dan adil dalam menerapkan hukum.

Keadilan sosial itu di antaranya pembebasan kekayaan negara dari eksploitasi negara asing, menerapkan sistem perekonomian Islam, dan keadilan dalam pembagian kekayaan negara kepada semua lapisan masyarakat (Muhammad Imarah: 1995).

Keadilan sosial itu juga diterapkan dalam mengangkat orang yang layak untuk memegang sebuah jabatan (tidak KKN), dan memberikan kesempatan kepada rakyat umum untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuan mereka (Abd al-Rahman al-Maidany:2001). Dan, berprilaku adil itu juga diterapkan dalam setiap perbuatan, perkataan, dan dalam penetapan keputusan hukum (Tafsir al-manar: 5/179).

Pemimpin adil itu akan mendapat perlindungan Allah SWT di akhirat kelak (HR Imam al-Bukhari). Dan, Rasulullah SAW juga menegaskan, pemimpin yang tidak adil (khianat kepada rakyat) akan mendapat azab (siksaan) yang pedih (HR Imam al-Thabrani). Bahkan, Allah SWT tidak mengizinkan pemimpin khianat untuk memasuki surga-Nya (HR Imam al-Bukhari dan Imam Muslim).

Editor: Rahmat Sahila
Sumber: Republika.co.id

==BAGIKAN==
SPONSORED STORIES
loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top