News

Siapa Penguasa yang Incar Dahlan Iskan?

dahlan-iskan

JAKARTA – Dahlan Iskan ditetapkan tersangka dalam kasus pelepasan aset BUMD Pemprov Jatim, PT Panca Wira Usaha (PWU), sejak Kamis (27/10/2016) sore. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah lima kali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Setelah ditetapkan tersangka, Dahlan Iskan langsung ditahan dan dititipkan di Lapas Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Dahlan mengaku tidak kaget bahwa dia akan ditahan dalam kasus yang dialaminya.

“Saya memang sudah lama diincar penguasa,” kata Dahlan saat keluar dari ruang penyidikan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menuju mobil tahanan, Kamis (27/10/2016).

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal pernyataan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu yang mengaku dirinya sudah lama diincar penguasa.

JK mengatakan tidak yakin penguasa di Jakarta mengincar mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Ini terkait dengan ucapan Dahlan bahwa dia diincar terus oleh pihak yang sedang berkuasa.

“Saya tidak tahu apa maksud Pak Dahlan, apakah pemerintah di Jakarta, penguasa di Jawa Timur, atau yang lain,” ucap Kalla, Jumat, 28 Oktober 2016, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Namun Kalla meyakini yang dimaksud Dahlan adalah bukan penguasa yang ada di Jakarta. “Kalau di Jakarta ini, saya yakin tidak,” ujar Kalla. Dia menuturkan Dahlan adalah menteri pada zaman Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi, saat kabinet berakhir, dia masuk tim sukses Jokowi-JK. “Jadi tidak mungkin penguasa dalam ukuran di sini, di Jakarta ini, berbuat seperti itu. Pasti tidaklah,” ujar Kalla.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Prabowo, juga memberikan tanggapan soal pernyataan Dahlan Iskan tersebut.

“Saya tidak yakin apakah yang dimaksud Pak Dahlan Iskan dengan diincar kekuasaan itu adalah oleh Pak Presiden Jokowi (Joko Widodo). Sebab, Presiden dalam penegakan hukum tidak pernah mengincar siapa pun,” kata Johan seperti dikutip Kompas.com, Jumat (28/10/2016).

Johan mengatakan, penegakan hukum sepenuhnya diserahkan kepada institusi penegak hukum, baik itu kejaksaan, kepolisian, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Selama ini Presiden Jokowi tidak pernah melakukan intervensi kepada aparat penegak hukum dalam melakukan proses hukum kepada siapa pun,” ujar dia.

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top