News

Cerita Polwan Cantik Hadapi Demonstran Anarkis

polwan-cantik-terbaru

Cerita polwan cantik alias gadis-gadis berwajah teduh yang diterjunkan menghadapi demonstran anti kenaikan BBM oleh Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menjadi salah satu strategi andalan belakangan ini. Menurut juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto polwan-polwan ini disiapkan untuk antisipasi perlunya negosiasi dengan demonstran. “Disiapkan untuk nego-nego,” ujarnya, kepada media.

Polwan itu juga diterjunkan untuk mengantisipasi jika ada demonstran wanita yang beraksi. “Kalau yang demo pakai rok mini, mereka yang maju,” ucap dia.

Nah, bagamana cerita polwan-polwan cantik itu menghadapi para demonstran di lapangan?

Briptu Dara punya pengalaman menangani aksi unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden Jakarta pada tahun 2006. Meski pendemo kebanyakan dari kalangan pria, Polwan dari Kesatuan Lalu Lintas itu mampu bernegosiasi dengan baik.

Briptu Dara menjelaskan, perasaan takut akan hilang saat berada di lapangan untuk bernegosiasi. “Perasaan takut pasti, tapi tugas merupakan tanggung jawab untuk mengamankan Istana Wapres,” kata polwan yang juga menjadi presenter laporan lalu lintas di NTMC Polri kepada merdeka.com, Selasa (27/3).

Ia menceritakan, pada tahun pertamanya menjadi polwan harus berhadapan dengan pendemo. Namun, pengalaman itu menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.


“Pendemo yang didominasi pria, mampu kami redam emosinya dengan bernegosiasi,” kenang Dara.

Menurut Dara, pengunjuk rasa dari kaum pria sangat menghormati polwan yang menjadi negosiator. Saat berhadapan dengan polwan, pengunjuk rasa lebih terkendali. Tidak sedikit pendemo meminta maaf sebelum melakukan orasi.

Lain pula cerita Bripda Yulia (19), ia mengaku tidak pernah takut dalam menghadapi para demonstran. “Enggak takut karena kita saling membantu,” ujar polwan cantik ini yang berdinas sejak 2009.

Yulia menambahkan, dirinya sering menjaga demo termasuk demo ricuh yang terjadi pada (27/3) di Gambir, Jakarta Pusat. “Saat ricuh saya ditarik mundur untuk melindungi pendemo yang perempuan,” tambahnya.

Mengenai pengalaman unik saat demo, dirinya mengaku pernah digoda oleh pendemo pria. “Pernah digodain cuma saya biasa aja cukup senyum, kan kalau sama polwan suasana bisa tetap adem,” terangnya.

Dirinya sempat tersipu malu ketika ditanya masalah pacar. “Iya pacar saya ada dan dia juga satu seragam (Polisi),” tutupnya sembari senyum.

Meskipun seragam mereka terkesan ganas, namun wajah-wajah anggun itu memang ampuh mendinginkan hati yang sedang panas. Hormat!

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top