Kuliner

Apa Saja Manfaat Tempe Bagi Kesehatan Tubuh?

manfaat tempe

Siapa yang nggak kenal dengan tempe? Gue adalah orang yang paling menggemari tempa loh. Apalagi jika tuh tempe dimakan sehabis digoreng. Makanan tradisional kebanggaan Indonesia ini telah menjadi menu favorit sehari–hari. Mungkin nggak akan ada yang berkata bosan untuk memakannya. Apalagi saat ini banyak alternatif untuk mengolahnya menjadi makan–makanan lezat.

Selain rasanya yang nikmat, rupanya manfaatnya bagi kesehatan menjadi salah satu alasan mengapa bahan makanan satu ini begitu digemari. Tentu banyak yang mengetahu jika tempe memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi. Protein sebagai salah satu kebutuhan energi manusia tentu dibutuhkan dalam keseharian lo. Banyak alternatif mengenai sumber energi protein nabati, namun harga murah yang ditawarkan oleh bahan makanan dari kedelai ini tentu menjadikannya cukup populer di mata masyarakat.

Tempe juga dipercaya memiliki manfaat untuk mencegah anemia dan osteoporosis. Bahan makanan satu ini ternyata berperan untuk sebagai pemasok mineral, vitamin B12 dan zat besi yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu mengapa disini dijadikan alternatif untuk mencegah anemia dan osteoporosis. Manfaat lain dari tempe adalah bagi para penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2.


Protein dan serat dalam tempe mencegah kadar gula tinggi dan menjaga agar kadar gula darah tetap terkendali. Para penderita diabetes umumnya rentan aterosklerosis (radang pembuluh darah) dan penyakit jantung,sehingga harus menjaga kadar kolesterol yang rendah. Mengonsumsi tempe dapat membantu para penderita diabetes mendapat asupan protein dengan kadar kolesterol rendah.

Kandungan isoflavon yang cukup tinggi menjadikan mengapa bahan makanan tradisional ini dijadikan salah satu contoh makanan sehat. Antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh dapat menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Di mana radikal bebas sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya penyakit–penyakit berbahaya seperti penyakit jantung koroner, atau penyakit degeneratif dan metabolisme lainnya.

Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan (aging). Antioksidan ini disentesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus leteus dan Coreyne bacterium. Pilihan tempe sepertinya memberikan variasi bagi masyarakat untuk mencari sumber antioksidan alami.

BAGIKAN:
SPONSORED STORIES
loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top